Minggu, 19 April 2026

Paskah 2019

Arti Lengkap Kata Paskah dan Macam-macam Perayaan Paskah dari Waktu ke Waktu

Arti Lengkap Kata Paskah dan Macam-macam Perayaan Paskah dari Waktu ke Waktu.

Penulis: Maria Enotoda | Editor: maria anitoda
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Arti Lengkap Kata Paskah dan Macam-macam Perayaan Paskah dari Waktu ke Waktu 

Sumber yang paling awal yang menulis tentang Paskah adalahMelito dari Sardis yang menulis homili berjudul Peri Pascha (Tentang Paskah).

Orang-orang Kristen pada zaman tersebut menapak tilas jalan salib (Via Dolorosa) yang dilalui oleh Tuhan Yesus.

Kematiannya diperingati sebagai korban keselamatan dalam tradisi Yahudi (bahasa Ibrani: Zerah Syelamin).

Orang Kristen Yahudi terus merayakan Paskah Yahudi, namun mereka tidak lagi mengorbankan domba Paskah karena Kristus dianggap sebagai korban Paskah yang sejati.

Perayaan ini diawali dengan berpuasa hingga Jumat jam 3 sore (ada yang melanjutkan hingga pagi Paskah).

Perbedaan timbul di seputar tanggal Paskah.

Orang Kristen Yahudi dan jemaatprovinsi Asia merayakannya pada hari yang bersamaan dengan Paskah Yahudi, yaitu sehari setelah tanggal 14 Nisan (bulan pertama) menurut kalender mereka – kematian Yesus pada 15 Nisan dan kebangkitan Yesus pada 17 Nisan – tanpa mempedulikan harinya.

Namun orang Kristen non-Yahudi yang tinggal di Kekaisaran Romawi dan juga gereja di Roma dan Aleksandria merayakannya pada hari pertama, yaitu hari Minggu – hari kebangkitan Yesus, tanpa mempedulikan tanggalnya.

Metode yang kedua inilah yang akhirnya lebih banyak digunakan di gereja dan penganut metode yang pertama perlahan-lahan mulai tergusur.

Uskup Viktor dari Roma pada akhir abad ke-2 menyatakan perayaan menurut tanggal 14 Nisan adalah bidat dan mengucilkan semua pengikutnya.

Beberapa metode penghitungan yang lain di antaranya oleh beberapa uskup di Galia yang menghitung Paskah berdasarkan tanggal tertentu sesuai kalender Romawi, yaitu 25 Maret memperingati kematian Yesus dan 27 Maret memperingati kematian Yesus karena sejak abad ke-3 tanggal 25 Maret dianggap sebagai tanggal penyaliban.

Namun metode yang terakhir ini tidak digunakan lama.

Banyak kalender pada Abad Pertengahan yang mencatat tanggal perayaan ini (25 dan 27 Maret) untuk alasan historis, bukan liturgis.

Kaum Montanis di Asia Minor merayakan Paskah pada hari Minggu pertama setelah 6 April.

Berbagai variasi perhitungan tanggal Paskah tersebut terus berlangsung hingga abad ke-4.

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved