Lembata Menuju Surplus Jagung

Saat ini Lembata sedang menuju surplus jagung. Salah satu wujud dari proses itu, adalah meningkatnya volume panenan jagung di kalangan petani

Lembata Menuju Surplus Jagung
POS-KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Jagung produksi petani Lembata 

Lembata Menuju Surplus Jagung

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM | LEWOLEBA- "Saat ini Lembata sedang menuju surplus jagung. Salah satu wujud dari proses itu, adalah meningkatnya volume panenan jagung di kalangan petani."

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, Mathias Beyeng mengatakan hal itu, saat melakukan panen perdana jagung hybrida di kebun yang digarap Kelompok Tani Watu Bingar di Waikomo, Selasa (9/4/2019).

Dikatakannya, jagung hybrida yang dipanen tersebut merupakan hasil dari penyaluran benih bantuan pemerintah melalui APBN tahun 2018 lalu. Bantuan benih tersebut diberikan pula kepada kelompok tani Watu Bingar tersebut.

Komandan Satgas Yonmeks 741/GN Resmikan Bedah Rumah di Aplal TTU

Pihaknya gembira karena bantuan yang disalurkan itu menuai hasil seperti yabg diharapkan. Dari 7 hektare tersebut, hasil panenannya mencapai 7,46 ton per hektare. Itu artinya total panenan yang diperoleh dari atas lahan tersebut mencapai sekitar 50 ton.

Hasil panen tersebut, katanya, menjadi bukti bahwa kelompok tani tersebut bekerja sungguh-sungguh untuk meningkatkan kualitas hidup rumah tangga. Itu artinya, bantuan yang diberikan tepat pada sasaran.

Menurut Mathias, pada tahun 2018, pihaknya memberikan target kepada kelompok tani tersebut mengolah lahan pertanian seluas 10 hektare. Tapi lahan yang diolah justeru mencapai 15 hektare. Itu berarti penyiapan lahannya telah melampaui target.

Martinus Siki Janjikan Pemekaran Kabupaten TTS Kepada Warga Nunumeu

Pola kerja yang demikian, kata Mathias, menandakan bahwa petugas penyuluh pertanian (PPL) telah menunaikan tugas seperti yang diharapkan. Meski begitu, ia masih bertanya kepada kelompok tani itu, apakah petugas PPL melakukan pendampingan pada kelompok tani itu atau tidak.

"Saya mau tanya, apakah petugas PPL, datang memberi pendampingan atau tidak?" tanya Mathias yang langsung dijawab, petugas PPL, Lorens Lazar, saban hari bersama mereka, baik saat membuka lahan maupun saat mereka menanami lahan itu dengan benih bantuan yang diberikan pemerintah. Bahkan sampai saat panen pun PPL bersangkutan selalu bersama mereka.

Menyebutkan, dari hasil panen yang diperoleh petani kali ini, bisa diprediksi kalau dalam tahun ini Lembata akan mengalami surplus jagung. Indikasinya terlihat dari tanaman jagung milik petani yang tumbuh subur dengan hasil yang menggembirakan.

Theo Widodo: Banyak Pemohon Lelang Belum Gunakan Jasa PT Balai Lelang Flobamora

Di akhir pembicaraannya, Mathias meminta para petani agar mengajak anak-anak muda untuk masuk kebun dan mengolah lahan pertanian. Ini harus dilakukan agar anak-anak muda bisa mencintai bidang pertanian karena sektor ini memberikan hasil optimal jika digarap dengan sungguh-sungguh. Buktinya seperti ditunjukkan oleh kelompok tani Watu Bingar tersebut. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved