Wagub Nae Soi Puji Disertasi Andre Koreh
Wagub NTT , Josef Nae Soi memuji disertasi mantan Kadis Pekerjaan Umum Provinsi NusaTenggara Timur, Andreas W Koreh
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Wakil Gubernur Provinsi NusaTenggara Timur ( Wagub NTT) , Josef Nae Soi memuji disertasi mantan Kadis Pekerjaan Umum Provinsi NusaTenggara Timur, Andreas W Koreh atau yang akrab disapa Andre Koreh.
"Kesan saya, saudara Andre luar biasa, dia kuasai materi dan penelitian di lapangan secara baik," ungkap Nae Soi usai mengikuti ujian terbuka program doktor ilmu administrasi Universitas Nusa Cendana Kupang, Senin (8/4/2019).
Lanjutnya, ada poin-poin penting yang bisa dipakai oleh pemerintah Nusa Tenggara Timur dalam upaya peningkatan pembangunan ekonomi infrastruktur di NTT.
• Andre Koreh Ikut Ujian Terbuka Program Doktor Tepat di Hari Ulang Tahunnya
Disertasi Andre berjudul Koordinasi Pengelolaan Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum Jalan, Jembatan, Bendungan, Embung di Provinsi Nusa Tenggara Timur'. Andre sukses meraih gelar doktor dengan nilai A.
Bagi Andre momen dirinya meraih gelar doktor program Pascasarjana Ilmu Administrasi tersebut terbilang istimewa, sebab bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke 55, Senin (8/4/2019) dan ia menjadi doktor ke 8 di Program Doktor Ilmu Administrasi Undana.
• Luasr Biasa, Andre Koreh Raih Gelar Doktor Dengan Nilai A
Andre diuji oleh Dr. David Pandie MS, Dr. Frans Gana, M. Si, Prof. Dr. Ir. Bambang Sugeng Subagio DEA (penguji eksternal) dari Institut Teknologi BANDUNG dan Dr. Tenrijaja Subagio DEA (penguji eksternal) dari LIPI.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Gubernur Provinsi NTT, Viktor Bingtilu Laiskodat didampingi Wagub, Josef Nae Soi, Ketua Komisi V DPR RI, Fary Francis, keluarga dan para tamu undangan dari Instansi pemerintah maupun swasta.
Saat mempetanggungjawabkan disertasinya Andre mengatakan, koordinasi pembangunan infrastruktur di NTT belum optimal sehingga menghasilkan infrastruktur yang tidak memenuhi yang memenuhi aspek manfaat, kuantitas, kualitas, efisiensi dan tertib secara administrasi.
Hal tersebut kata Andre, dipicu pelaksanaan fungsi koordinasi pada tahap rencana, pelaksanaan dan evaluasi yang belum secara terintegrasi atau belum ada sinkronisasi dari semua sektor terkait.
"Inilah masalah utamanya bagaimana koordinasi dan kerja sama antar antar lembaga pemerintah tingkat provinsi, kabupaten/kota dalam pembangunan proyek infrastruktur pekerjaan umum, sehingga bisa menghasilkan infrastruktur yang memenuhi aspek-aspek yang saya sebutkan tadi," tegasnya.
Di akhir paparannya, Andre menjelaskan, untuk menghasilkan infrastruktur yang optimal, maka perlu mengaktifkan lima tools yaitu manfaat, kuantitas, kualitas, efisiensi dan tertib secara administrasi.
Prof. Drs. Mangadas Lumban Gaol, M. Si, Ph.D. Direktur Pascasarjana Undana mengucapkan terima kasih Andre karena telah memilih Undana untuk menempuh pendidikan doktoral ilmu administrasi.
Ia juga menyampaikan Andre merupakan doktor ke delapan dari Program Doktor Ilmu Administrasi Program Pascasarjana Universitas Nusa Cendana Kupang. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)