Peringati Hari Air Sedunia, BWS NT II Adakan Senam Sehat, Aksi Bersih dan Bersih Mata Air Sagu

membersihkan sampah-sampah di sekitar lokasi mata air dan merapikan ranting dan dahan pohon yang berserakan.

Peringati Hari Air Sedunia, BWS NT II Adakan Senam Sehat, Aksi Bersih dan Bersih Mata Air Sagu
istimewa
Pegawai Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II pose bersama usai senam sehat, Jumat (5/4/2019) pagi. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM-KUPANG-Masih dalam rangkaian peringatan Hari Air Sedunia, Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II mengadakan senam sehat dan aksi bersih-bersih di Kantor Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Jalan Frans Seda, Kota Kupang, Jumat (5/4/2019). Kegiatan yang melibatkan semua pegawai di kantor tersebut sudah dimulai pukul 06.00 Wita dan berlangsung meriah.

Sebelumnya keluarga besar Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II melaksanakan aksi bersih-bersih di Air Sagu, Kelurahan Bakunase, Jumat (29/3/2019) lalu. Aksi tersebut merupakan rangkaian kegiatan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II dalam memperingati Hari Air Sedunia.

Pada Jumat pagi, rombongan sudah turun ke lokasi usai melaksanakan senam pagi bersama di Kantor Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II,  di Jalan Frans Seda, Kota Kupang.

Mereka membersihkan sampah-sampah di sekitar lokasi mata air dan merapikan ranting dan dahan pohon yang berserakan.

Dalam sambutannya, Kepala Balai Sungai Nusa Tenggara, Ir. Agus Sosiawan, ME menegaskan Air Sagu harus dijaga dengan baik, karena merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu juga Sosiawan menyampaikan pesan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, M. Basuki Hadimujono terkait peringatan hari air sedunia.

 Agus Sosiawan mengatakan, saat ini, dunia dihadapkan dengan berbagai permasalahan air, lebih dari 2 Milyar atau 40 persen penduduk dunia hidup tanpa air bersih.

"Di sisi lain, pertumbuhan populasi penduduk yang sangat cepat menyebabkan kebutuhan akan air bertambah hingga 30% pada tahun 2050," ungkapnya.

Kelompok marjinal, pengungsi, masyarakat adat dan penyandang disabilitas seringkali terabaikan dan terdiskriminasi dalam mendapatkan akses air bersih yang mereka butuhkan.

Halaman
12
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved