Ini Suara Gembala MS GMIT Terkait Pemilu 2019

Majelis Sinode GMIT telah mengeluarkan suara gembala terkait dengan Pemilu 2019 dan apa yang harus dilakukan

Penulis: Hermina Pello | Editor: Hermina Pello
ISTIMEWA
Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon 

Iman Kriten tidak membenarkan tindakan memilih pemimpin karena dibayar.

"Karena itu kami
mendorong anggota GMIT agar bersikap kritis dan berani menolak politik uang. Hindari pula
penggunaangedung gereja atau rumah ibadah sebagai ajang kampanye, jangan menggunakan mimbar
gereja untuk menggalang dukungan suara," tegasnya

MS GMIT meminta kepada semua pihak yang terlibat dalam pilkada ini, janganlah memanipulasi
sentimen suku, agama dan golongan yang bisa memecah-belah kita sebagai masyarakat dan bangsa.

" Janganlah memanfaatkan simbol-simbol agama untuk meraih dukungan, atau membentur-benturkan
masyarakat yang beragam suku, agama dan kepercayaan. Hindarkan pula diskriminasi berdasarkan
jenis kelamin serta kampanye gelap," katanya

Mery meminta agar menggunakan media sosial sebagai sarana pendidikan politik dan
hindarkanlah menyebarkan kebohongan (hoax) yang dapat mencederai semangat persaudaraan dan persekutuan  yang telah terbangun selama ini.

" Jagalah suasana kondusif agar pemilu nanti berjalan aman dan damai. Perlu kita terus menerus
saling mengingatkanbahwa Pemilu ini hanya berlangsung 5 tahun sekali, tetapi persekutuan dan
persaudaraan kita mesti tetap terpelihara selamanya," kata Mery.

Jika ada perbedaan pendapat atau sengketa Pemilu,
hindari sikap anarkis. Percayakan proses hukum kepada penegak hukum dan jangan “main hakim
sendiri.”

" Mari kita bekerja-sama mengawasi penyelenggaraan Pemilu. Kami mendorong anggota-anggota
jemaat menjadi pengawas pemilu secara partisipatif, mencegah dan melaporkan kecurangan pemilu,
mengupayakan pemilu yang berkualitas, berintegritas demi kualitas demokrasi yang lebih baik. Kita
juga perlu mengawasi kebijakan-kebijakan politik pemimpin terpilih agar berjalan sesuai dengan
undang-undang dan peraturan yang berlaku demi keadilan, kesejahteraan dan damai dalam masyarakat, "katanya.

Majelis Sinode GMIT telah membentuk Tim Pastoral Politik GMIT.

" Jika jemaat memiliki
rencana pelayanan terkait Pemilu, mohon mengkonsultasikannya dengan Tim dimaksud untuk
mendapatkan pertimbangan-pertimbangan yang sesuai dengan pandangan dan sikap GMIT sebagai
lembaga.

Kedua, kepada para kontestan.

MS GMIT mengharapkan kepada para kontestan dalam Pemilu, baik pribadi maupun partai, agar
mengedepankan cara berpolitik yang berorientasi kepada kesejahteraan rakyat.

NTT masih bergumul
dengan banyak masalah sosial seperti kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, kesehatan, ekonomi,
rusaknya lingkungan hidup, gizi buruk dan tingginya angka kematian ibu, masalah perdagangan orang,
dan berbagai masalah lainnya.

" Kiranya pemilu ini dapat menjadi ajang pembaharuan komitmen untuk
menuntaskan masalah-masalah besar dan sulit. Jangan menghalalkan cara-cara yang melanggar hukum
atau memanipulasi isu gender, SARA yang bersifat sektarian dan primordial sempit demi
kekuasaan, "kata Mery.

Saat Pemilu usai, MS GMIT mengharapkan para kontestan mampu berjiwa besar, terutama saat
menerima hasil Pemilu demi menjaga ketertiban, perdamaian dan ketentraman masyarakat.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved