Pemkab Malaka Targetkan Penanaman Bawang Merah 150 Hektar Tahun 2019

Pemkab Malaka menargetkan penanaman bawang merah 150 hektar pada tahun 2019

Pemkab Malaka Targetkan Penanaman Bawang Merah 150 Hektar Tahun 2019
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran saat tanam pertama bawang merah di Desa Builaran, Kecamatan Sasitamean, Selasa (14/8/2018). 

Pemkab Malaka menargetkan penanaman bawang merah 150 hektar pada tahun 2019

POS-KUPANG.COM | BETUN - Bawang merah merupakan satu dari delapan komoditi unggulan Program Revolusi Pertanian Malaka ( RPM ) yang mulai dikembangkan pada masa kepemimpinan Bupati Stefanus Bria Seran.

Pengembangan bawang merah ini terus dilakukan setiap tahun sejak tahun 2017. Hasil komoditi bawang merah Malaka selain memenuhi kebutuhan masyarakat di Malaka juga dipasarkan ke luar daerah. Kemudian, produksi bawang merah yang kian meningkat itu telah menekan gejolak tingginya harga bawang di pasaran.

Melky Fay: Bawaslu TTS Cium Aroma Money Politics

Untuk tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DPHP) menargetkan penanaman bawang merah seluas 150 hektare. Sedangakan intervensi dari dana APBN 50 hektare.

Luas areal pengembangan bawang mereh ini tersebar di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Malaka Barat, Kecamatan Weliman dan Kecamatan Malaka Tengah. Ketiga kecamatan ini merupakan daerah yang sudah eksisting penanaman bawang merah di Malaka.

Jokowi: Jangan Ada yang Meremehkan, TNI Nomor Satu di Asean

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Kabupaten Malaka Ir. Yustinus Nahak, M,Si kepada wartawan di Betun, Sabtu (30/3/2019).

Menurut Yustinus, Pemerintah Kabupaten Malaka telah menganggarkan dana dalam APBD II sebesar Rp 8,3 M untuk melaksanakan kegiatan budidaya bawang merah di Kabupaten Malaka tahun 2019. Dana tersebut diperuntukan bagi pengadaan benih bawang merah sebanyak 150 ton. Diperkirakan 1 ton bawang merah bisa memenuhi kebutuhan satu haktare.

Perhitungan ekonomisnya, produksi bawang merah dari 150 hektare itu bisa mencapai dua ribu lebih ton.

Saat ini, pengadaan benih bawang merah masih dalam proses lelang dan dalam waktu tidak terlalu lama benih bawang merah sudah ada di Malaka sehingga proses tanam sesuai dengan jadwal. Tahun ini, penanaman bawang merah di Malaka dimajukan sekitar akhir Mei sudah mulai tanam karena masih ada unsur kelembaban tanah.

Menurut Yustinus, budidaya bawang merah RPM ini dilakukan anggota kelompok tani binaan baru sedangkan kelompok tani yang lama sudah memiliki persedian benih sendiri dari hasil panen tahun sebelumnya. Sesuai aturan, setiap kelompok mengembangkan 15-20 hektare lahan.

Untuk diketahui, sampai dengan tahun 2018 Pemkab Malaka mengembangkan bawang merah seluas 250 hektare lebih. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved