Renungan Harian Kristen Protestan
Renungan Harian Kristen Protestan Selasa 29 Maret 2019
KISAH dalam Injil Matius 21:33-44 ini merupakan salah satu dari sekian banyak perumpamaan yang cukup terkenal dan menarik.
Renungan Harian Kristen Protestan Selasa 29 Maret 2019
Oleh: Pdt DR Mesakh A P Dethan MTh
Hati-hati Keserakahan dan Kemapanan Bisa Membuat Kita Menjadi Atheis!
KISAH dalam Injil Matius 21:33-44 ini merupakan salah satu dari sekian banyak perumpamaan yang cukup terkenal dan menarik.
Oleh para ahli kitab suci Perjanjian Baru dikatakan bahwa Injil Matius memuat perumpamaan-perumpamaan Tuhan Yesus yang jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan Injil-injil yang lain misalnya Injil Markus, Lukas, dan Yohanes.
Apa itu perumpamaan? Perumpamaan adalah semacam analogi yang diajarkan oleh Yesus kepada murid-muridnya untuk menerangkan tentang makna kebenaran Firman Tuhan dan makna Kerajaan Allah bagi kehidupan manusia.
Perumpamaan-perumpamaan Tuhan Yesus itu cukup sederhana dan cukup mudah untuk diingat. Salah satu sifat perumpamaan adalah penggambaran secara sepintas sebuah cerita yang sederhana dan lugas, namun memiliki makna yang jauh lebih dalam jika direnungkan lebih jauh.
Tuhan Yesus dalam perumpamaannya membuat semacam analogi baik menyangkut orang, benda, tumbuhan dan binatang.
Dalam ilmu bahasa, analogi berarti persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinya bentuk-bentuk yang lain.
Analogi merupakan salah satu proses morfologi dimana dalam analogi, pembentukan kata baru dari kata yang telah ada.
Dalam kisah Injil Matius 21:33-44 ini Tuhan Yesus menganalogikan tuan tanah pemilik kebun anggur dengan Allah, para penggarap kebun anggur dengan Israel, hamba-hamba dengan nabi-nabi atau rasul dan sang Anak dengan diri Yesus sendiri.
Marilah kita melihat lebih dalam lagi. Tuan tanah tersebut melambangkan Allah dan para penggarap kebun anggur adalah orang-orang Israel (lebih tepatnya para pemimpin agama seperti orang-orang Farisi. Lihat Mat 21:45).
Allah berulang kali mengirim utusannya, nabi-nabi, kepada orang Israel dengan harapan mereka mau bertobat, namun orang-orang Israel tidak mendengarkan mereka dan bahkan membunuh nabi-nabi tersebut.
Akhirnya Allah mengirimkan sang Anak yang dikasihi, yaitu Yesus, namun ketika orang Israel melihat dan mendengar Yesus, mereka membunuhnya (dalam hal ini perumpamaan Yesus tersebut menubuatkan tentang apa yang akan terjadi pada diri Yesus kemudian).
Allah kemudian akan menghukum Israel dan memberikan keselamatan kepada bangsa-bangsa lain yang belum mengenal Tuhan seperti tertulis pada Mat 21: 42-43:
"Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu (orang Israel) dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pendeta-messakh-d.jpg)