Pelaku Pengerusakan Mobil di Bajawa Ternyata Ada yang Masih di Bawah Umur dan Mabuk Miras
Polres Ngada berhasil membekuk 8 orang pemuda yang melakukan perusakan mobil milik Stefano Mariano T.Polu, warga Kelurahan Mangulewa
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
Pelaku Pengerusakan Mobil di Bajawa Ternyata Ada yang Masih di Bawah Umur dan Mabuk Miras
POS-KUPANG.COM | BAJAWA --Polisi dari Polsek Golewa, Polres Ngada berhasil membekuk 8 orang pemuda yang melakukan perusakan mobil milik Stefano Mariano T.Polu, warga Kelurahan Mangulewa, Kecamatan Golewa
Kapolsek Golewa, Ipda Stefanus Siga kepada POS KUPANG.COM, menyebutkan, perusakan terhadap barang (mobil) milik Stefano Mariano T. Polu dengan nomor polisi EB.1659 D, merek Carry Suzuki Minibus terjadi pada hari selasa (19/3/2019 di Bheto Keli, Desa Sobo Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada.
Usai mendapatkan laporan dari korban, anggota Polsek Golewa dipimpin langsung Kapolsek Golewa, turun langsung ke TKP dan melakukan penyelidikan serta berhasil menangkap para tersangka yang membuat aksi berutal itu.
Ipda Stefanus Siga mengatakan, ada lima tersangka dalam kasus itu, diantaranya: LL(18), LL(20), HW (19), ROW (19), dan YK (19).
Ipda Stefanus menyebutkan, berdasarkan pengembangan dari tersangka pertama yang ditangkap pada malam hari, ada 3 orang temannya yang ikut bersama-sama melakukan tindakan pengerusakan, diantaranya, ERJ(16), ULK (17), dan MD (18).
"Berdasarkan pengembangan dari tersangka pertama yang ditangkap pada malam hari, ada 3 orang juga yang ikut bersama-sama dengan mereka melakukan tindakan pengerusakan," ujar Ipda Stefanus, Kamis (21/3/2019).
Ipda Stefanus menjelaskan, Selasa (19/3/2019) pukul 12:35 Wita korban dari arah Bajawa menuju Mataloko menggunakan kendaraan beroda empat jenis Suzuki Carry 150 Minibus berwarna merah.
Setelah korban melewati jalan di Bhetokeli, Desa Sobo, korban dilempari oleh para tersangka dengan menggunakan batu dan mengenai kendaraan korban sampai mengalami lecet dan pecah pada bagian samping kanan mobil.
• Cegah Gesekan di Lapangan, KPU Sumbar Minta Parpol Masukan Jadwal Kampanye Umum
• Ramalan Zodiak Bisnis Hari Ini Kamis 21 Maret 2019, Hati-Hati Penipuan Ada di Sekitar Kalian
• Ramalan Zodiak Hari Ini, Kamis 21 Maret 2019, Jangan Melakukan Kontrak Apa pun, Ada Potensi Penipuan
“Para tersangka berjalan kaki dari arah Turekisa menuju ke Mataloko pada pukul 23:35 Wita setelah mengonsumsi alkohol di Turekisa. Sampai di Bhetokeli, para tersangka melakukan pelemparan setiap kendaraan yang lewat. Atas kejadian tersebut, korban mendatangi pos pelayanan Polsek Golewa untuk melaporkan kejadian tersebut “ ungkapnya.
Ia mengungkapkan, tak hanya itu, para tersangka juga melakukan pemalangan dibadan jalan dengan menggunakan bambu yang sudah dipotong oleh tersangka.
“Saat berada di lokasi, para tersangka ditemui oleh petugas sedang menggunakan parang untuk memotong bambu yang hendak mereka palang dibadan jalan dan tersangka utamanya di bawah umur dengan ancaman di bawah 7 tahun dan akan dilakukan diversi “ ungkap Ipda Stefanus.
• SDI Raiksouk Siap Hadapi Ujian Sekolah
Ia mengatakan para pelaku saat ini sedang diamankan di Mapolsek Golewa guna pengembangan lebih lanjut.
Tewas Usai Minum Miras
Sedikitnya 150 orang meninggal akibat meminum minuman keras beracun di negara bagian barat laut India, tragedi kedua di negara itu bulan ini.
Selain itu, banyak lagi orang dirawat di rumah sakit sementara pihak berwenang mencoba menemukan sumber kejadian itu dan menangkap pelaku.
Jumlah tersebut didasarkan pada laporan dari tiga rumah sakit di bagian timur negara bagian Assam. Pihak berwenang memperkirakan jumlah orang yang meninggal 84 pada Sabtu (23/2).
"Kami mencatat masih lebih dari 170 orang dibawa ke rumah sakit dengan pasien-pasien baru dibawa dari kawasan-kawasan terdekat. Setelah meminum minuman itu, dua hari kemudian terjadi komplikasi," kata Menteri Kesehatan Assam Biswa Sarma kepada Reuters.
"Kami telah mengirim sampel untuk pemeriksaan forensik guna menentukan bahan-bahan yang digunakan dalam minuman keras itu yang merenggut nyawa banyak orang," kata dia.
Tragedi minuman keras Assam terjadi hampir dua pekan setelah lebih 100 orang meninggal akibat meminum minuman beralkohol di dua negara bagian India Utara, Uttarakhand dan Uttar Pradesh, dalam kasus terburuk di negara itu sejak tahun 2011.
Kematian akibat meminum minuman beralkohol, yang diproduksi secara liar, dikenal di daerah setempat dengan sebutan "hooch", biasa terjadi di India, tempat banyak orang tak mampu membeli minuman keras bermerk.
Sejauh ini polisi telah menangkap 16 orang.
"Kami sedang memeriksa mereka dan segera menemukan sumber dan orang-orang yang terlibat dalam pemasokan minuman keras beracun itu," kata Mukesh Agarwal, kepala kepolisian Assam.
Sedikitnya 17 pekerja perkebunan teh di India meninggal akibat mengkonsumsi minuman keras beracun setelah menerima upah mingguan.
Lebih dari 40 pekerja dalam kondisi kritis di rumah sakit, kata dokter, Jumat.
Kasus kematian tersebut muncul kurang dari dua pekan setelah lebih dari 100 orang tewas usai menenggak minuman keras beracun di India, demikian Reuters melaporkan.
Tujuh perempuan turut menjadi korban tewas di perkebunan yang terletak di Negara Bagian Assam, 310 kilometer dari ibu kota negara, Guwahati.
Dokter dari rumah sakit pemerintah di Golaghat, Dilip Rajbnonshi mengungkapkan bahwa kematian tersebut disebabkan oleh "minuman keras palsu."
Hampir 100 orang mengkonsumsi minuman keras pada Kamis. Mereka masih jatuh sakit dan dilarikan ke rumah sakit, kata anggota parlemen daerah dari Partai Bharatiya Janata, Mrinal Saikia kepada Reuters.
Kematian akibat alkohol yang diproduksi secara ilegal, yang secara lokal dikenal sebagai minuman beralkohol atau minuman keras daerah, menjadi hal yang lumrah di India, karena banyak orang yang tidak mampu membeli minuman alkohol bermerek.
(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan)