Jalan Waikomo-Belame Sangat Memrihatinkan

Kondisi jalan Waikomo-Belang-Belame, jalan yang menghubungi Lewoleba-Lamalera, destinasi wisata dunia di Kabupaten Lembata, kini sangat memrihatinkan

Jalan Waikomo-Belame Sangat Memrihatinkan
POS-KUPANG.COM/ FRANS kROWIN
Kondisi jalan Lewoleba-Lamalera 

Jalan Waikomo-Belame Sangat Memrihatinkan

Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM |  LEWOLEBA - Kondisi jalan Waikomo-Belang-Belame, ruas jalan yang menghubungi Lewoleba-Lamalera, destinasi wisata dunia di Kabupaten Lembata, kini sangat memrihatinkan. Kondisi jalannya rusak berat sehingga sangat mengganggu arus transportasi dari dan ke Lamalera atau sebaliknya.

Pantauan Pos Kupang.Com, Kamis (21/3/2019), ruas jalan itu mengalami kerusakan yang sangat parah. Terdapat ratusan lubang menganga lebar pada badan jalan. Dan, pada lubang itu terdapat genangan yang menyerupai kolam besar.

Pada beberapa titik, terutama pada mulut kali-kali kecil, kondisi jalan terancam putus. Pasalnya, banjir mengalir deras melalui badan jalan itu sehingga badan jalan tersebut, berubah perlahan menjadi alur kali. Sumber masalahnya, adalah tak ada drainase atau pun gorong-gorong yang dibangun untuk mengalirkan air, saat hujan lebat mengguyur daerah itu.

VIDEO: Kesal Jalan Rusak, Pemuda Oebufu Tanam Pohon Pisang di Ruas Jalan di Kupang NTT

Begini Jawaban PU Nagekeo Soal Ruas Jalan Rusak Menuju Alorawe

Petrus Wutun, salah seorang warga mengatakan, kerusakan jalan itu sesungguhnya terjadi sejak lama. Tapi sampai saat ini pemerintah tidak pernah memperbaikinya. Padahal, kondisi jalan itu mengakibatkan arus transportasi tidak lancar.

"Kami juga heran, setiap hari aparat pemerintah dan anggota Dewan melewati ruas jalan ini. Tapi sampai sekarang tidak ada upaya untuk memperbaikinya. Makanya, kondisi jalan itu semakin parah dari waktu ke waktu," ujar Wutun.

Bila selama ini, lanjut dia, ada oknum anggota Dewan yang lantang berbicara tentang lemahnya perhatian Bupati dan Wakil Bupati Lembata untuk memperbaiki ruas jalan itu. Tapi pertanyaannya, di mana peran Dewan untuk membantu pemerintah mengatasi kerusakan yang ada. Bahkan ada anggota Dewan yang kampung asalnya terletak di bilangan jalan itu, tapi sampai saat ini sepertinya mandul dan tidak punya kontribusi apa-apa untuk memperbaiki kerusakan jalan tersebut.

Pihaknya menyatakan kecewa atas kinerja anggota Dewan tersebut. Pasalnya, sebelum menjadi wakil rakyat, anggota Dewan itu getol sekali berbicara tentang tekadnya memperbaiki infrastruktur yang buruk di Lembata, apabila yang bersangkutan terpilih menjadi anggota Dewan.

Live Streaming Kualifikasi Piala Eropa 2020, Belgia vs Rusia Jam 02.45 Dini Hari WIB

Orangtua Murid Adukan Kepala SD GMIT Sulamu ke Dikbud Kupang

Ironisnya, kata Petrus, setelah terpilih, justeru anggota Dewan bersangkutan mengangkangi komitmen awalnya tersebut. Atas dasar itulah Petrus mengatakan sangat kecewa melihat kinerja wakil rakyat tersebut.

Menurut dia, tak hanya ruas jalan Waikomo-Belang-Belame yang bernasib separah itu, tapi ruas jalan di Kecamatan Atadei, Nagawutun, Wulandoni dan Lebatukan juga punya kondisi serupa. Ruas jalan yang ada dikecamatan itu amat menyedihkan.

"Kami harap kondisi jalan yang rusak berat ini tidak dibiarkan begitu saja. Dewan harus lebih proaktif memperjuangkannya sehingga eksekutif juga serius menangani hal itu. Kalau tidak, maka keadaan ini tidak bisa diatasi sampai kapan pun," kritik Petrus. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved