Program Keluarga Berencana tak Efektif Sebabkan Ledakan Penduduk

salah satu solusi dari pengendalian penduduk adalah dengan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/RICARDUS WAWO
Pengurus Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kota Kupang yang baru telah dikukuhkan Senin (18/3/2019) kemarin di Suba Suka Resto, Kota Kupang. 

Program Keluarga Berencana tak Efektif Sebabkan Ledakan Penduduk

POS-KUPANG.COM|KUPANG--Kepala latihan dan pengembangan BKKBN Provinsi NTT, Margaretha Imelda Rumondor, menjelaskan Indonesia merupakan negara keempat dengan penduduk terbanyak di dunia.

Namun, angka ini tidak didukung dengan sumber daya manusia yang berkualitas. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia bahkan berada di urutan ke 108 dari 187 negara di dunia.

Jika program keluarga berencana, ia menambahkan, tidak berjalan efektif maka akan terjadi ledakan penduduk. Pada tahun 2050 diperkirakan penduduk Indonesia mencapai 298 juta jiwa.

"Jika kualitas SDM masih rendah maka jadi masalah sosial dan beban keluarga dan negara," paparnya saat acara Pelantikan dan Pengukuhan Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kota Kupang di Suba Suka Resto, Senin (18/3/2019)

UEFA Nyatakan Mega Bintang Juventus Cristiano Ronaldo Bersalah, Ini Sanksinya

Dandim Belu Minta Danramil dan Babinsa Motivasi Calon TNI

Ia menyebutkan salah satu solusi dari pengendalian penduduk adalah dengan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Program ini mau menghindarkan seorang perempuan terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat dan terlalu banyak hamil dan melahirkan.

Dia mengungkapkan program ini juga mau meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak yang lahir dari seorang ibu.

"Jadi kita tidak hanya tekan kuantitasnya, tapi juga kualitas anak-anak yang sudah lahir juga perlu diperhatikan," paparnya.

Ketua Umum IPeKB Provinsi NTT, Alexander Kapitan, menjelaskan keberadaan organisasi profesi ini adalah supaya bisa menyatukan anggota penyuluh KB yang ada di Kota Kupang.

Peringatan Dini Hari Ini! Waspadai Terhadap Gelombang Setinggi 2-3 Meter di Sejumlah Perairan di NTT

Nagita Slavina Ungkap Alasan Plat Mobil ANR Milik Raffi Ahmad, Misteri Huruf A

RM Sari Bundo Ditutup, DPRD Kota Kupang Tanya Perizinan Layak Sehat Rumah Makan

Ia mengakui kalau tenaga penyuluh semakin hari semakin berkurang karena ada beberapa yang sudah memasuki masa pensiun.

"Tahun ini sudah dua orang," katanya.

Dia mengusulkan supaya ke depan sekda bisa memperhatikan kondisi nyata ini.

"Bisa juga tenaga kontrak dilatih sebagai penyuluh KB," imbuhya.

Keberadaan organisasi ini, jelasnya, sudah ada secara nasional sejak 2008. Oleh karena itu, dia meminta dukungan pemkot sebagai induk semang organisasi ini.

Nama Pengurus Inti Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana Kota Kupang yang Baru

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved