Komisi II Setuju Batas Waktu Penghitungan Suara Ditambah Jadi 17 Hari

Komisi II DPR setuju batas waktu penghitungan suara Pemilu 2019 ditambah jadi 17 hari

Komisi II Setuju Batas Waktu Penghitungan Suara Ditambah Jadi 17 Hari
KOMPAS.com/JESSI CARINA
Wakil Ketua Komisi II DPR, Nihayatul Wafiroh di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (19/3/2019). 

Komisi II DPR setuju batas waktu penghitungan suara Pemilu 2019 ditambah jadi 17 hari

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Batas waktu penghitungan suara dalam Pemilu 2019 ditambah menjadi 17 hari. Hal ini disepakati dalam oleh Komisi II DPR dalam rapat bersama Komisi Pemilihan Umum ( KPU), Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu), dan Kementerian Dalam Negeri.

"Komisi II DPR RI menyetujui usulan perubahan Peraturan KPU nomor 7 Tahun 2017 tentang Tahapan Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu tahun 2019 terkait daerah tertentu yang memerlukan penambahan waktu penghitungan suara dari 10 hari menjadi 17 hari," ujar Wakil Ketua Komisi II DPR Nihayatul Wafiroh di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Gubernur NTT Diminta Presiden Tangani Bencana Alam di Manggarai Barat

Hal ini disebabkan ada beberapa kecamatan yang terdapat begitu banyak tempat pemungutan suara (TPS). Misalnya Kecamatan Cakung di Jakarta Timur yang memiliki lebih dari 1.000 TPS.

Batas waktu 10 hari yang sebelumnya diatur dalam PKPU dianggap tidak cukup untuk penghitungan suara.

Penjual Pecel Lele Dikeroyok dan Dipukul Pakai Balok, Diduga Pelaku dalam Keadaan Mabuk

"Tetapi ini juga bukan berarti memukul rata seluruh kecamatan jadi 17 hari. Ada daerah-daerah yang kalau tiga hari sudah selesai bisa langsung dikirim ke provinsi," kata Nihayatul.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, selanjutnya KPU akan mulai merevisi PKPU Nomor 7 Tahun 2017 itu. Bawaslu juga akan menyesuaikan peraturannya dengan PKPU yang baru nanti.

"Jadi tinggal sekarang kita tindak lanjuti saja, KPU menindaklanjuti revisi PKPU dan Bawaslu menyesuaikan," kata Arief.

Ketua KPU Sumatera Utara, Yulhasni,yang tengah berada di Jakarta menegaskan video ricuh surat suara tercoblos yang disebut berlangsung di KPU Kota Medan adalah berita bohong.

Video sebenarnya adalah video kericuhan saat penghitungan suara Pilkada Tapanuli Utara tahun 2018 lalu. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved