Kades Kuanheun Akui Ternak Sapi Dibiarkan Berkeliaran Bebas

Kepala Desa (Kades) Kuanheun, Kecamatan Kupang Barat, Semin Polen mengakui selama ini Ternak Sapi milik warganya dibiarkan berkeliaran bebas.

Kades Kuanheun Akui Ternak Sapi Dibiarkan Berkeliaran Bebas
POS-KUPANG.COM/Edi Hayong
Peserta pelatihan bergambar bersama usai pembukaan oleh Kepala BBPP Kupang, Adang Warya, Senin (11/3/2019) 

POS-KUPANG.COM | BOLOK - Kepala Desa (Kades) Kuanheun, Kecamatan Kupang Barat, Semin Polen mengakui selama ini Ternak Sapi milik warganya dibiarkan berkeliaran bebas. Ternak sapi tidak dikandangkan sehingga tidak heran kondisinya kurus yang imbasnya pada nilai harga jual yang rendah.

Untuk itu sejak tahun 2018, pola pikir warga dirubah dengan mengandangkan sapi dan lahan kosong yang cukup luas ditanami pakan lamtoro keramba.

Kades Semin Polen menyampaikan hal ini pada kegiatan Pelatihan teknis tematik peternakan bagi non aparatur angkatan II di KTT Taleko Monif di desa ini, Senin (11/3/2019).

BREAKING NEWS: Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Polisi Geledah Rumah Oknum Kades Tobotani

Kegiatan dilaksanakan tanggal 11-13 Maret dibuka Kepala BBPP Kupang, DR.Ir. Adang Warya, MM diikuti 30 petani kelompok di desa ini.

Semi Polen mengatakan, luas desa yang dipimpinnya 2.000 hektar dengan jumlah penduduk sekitar 1.400-an jiwa. Potensi yang ada selain peternakan juga pariwisata untuk menunjang sumber kehidupan warga. Dirinya berterima kasih kepada BBPP Kupang yang merekomendasikan desanya menjadi tempat pelatihan teknis tematik.

Ribuan ASN Dipecat dan Dimutasi, AMAPEK Harap Mendagri Tunda Pelantikan Bupati Alor

"Lahan pertanian di desa kami ini lahan kering. Budaya lepas ternak sapi berkeliaran selama ini memang menjadi masalah. Akibatnya nilai jual ternak sapi dari desa ini rendah. Sapi keliaran bebas masuk ke kebun orang menjadi sumber masalah. Makanya sejak ada dana desa kami kembangkan lahan pakan seluas 12 hektar pada awal tahun 2018," katanya.

Dikatakannya, dari Dinas Peternakan Kabupaten Kupang terus memotivasi pada petani sehingga pada tahun 2018 digerakan penanaman lamtoro keramba. Dari luas lahan pengembangan pakan dari 12 hektar kami naikan lagi sehingga saat ini luas lahan 27 hektar dengan pola swadya dana desa.

"Kita lakukan gerakan Lamtoronisasi. Saya motivasi warga bahwa Tuhan kasih lahan tapi tidak dimanfaatkan. Nanti Investor datang dijual tanahnya. Makanya saya gerakan warga untuk manfaatkan lahan kosong untuk tanam pakan," jelasnya.

Dirinya menambahkan, pihaknya juga mulai kembangkan pola pemeliharaan ternak dengan dikandangkan sehingga bisa diteruskan generasi berikutnya.

"Kami terima kasih buat motivasi dari BBPP buat kami. Selama ini bagian timur Kabupaten Kupang saja yang diperhatikan dan kami di bagian Barat sekarang mau bangun potensi peternakan. Pelatihan ini sangat membantu kami," katanya. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved