Pasca Bencana Banjir Bandang, Pemkab Flotim Turunkan Bantuan dan Pendataan korban

Pasca Bencana Banjir Bandang, Pemkab Flores Timur melalui Dinas Sosial mendistribusikan bantuan dan pendataan korban

Pasca Bencana Banjir Bandang, Pemkab Flotim Turunkan Bantuan dan Pendataan korban
HILARIUS MEO untuk POS-KUPANG.COM
Motor melalui jalan yang tidak ada jembatan saat banjir di Tendaleo Kecamatan Wewaria Ende, Jumat (22 /2/2019) 

Pasca Bencana Banjir Bandang, Pemkab Flotim Turunkan Bantuan dan Pendataan korban

Kabupaten Flotim
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Dinas Sosial Provinsi NTT melalui Bidang Perlindungan Jaminan Sosial tengah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur pasca terjadinya Banjir Bandang yang menerjang di Desa Sinar Hading Kecamatan Lewolema Kabupaten Flores Timur.

Kepala Bidang Linjamsos Dinas Sosial Provinsi NTT, Drg. Iin Adryani, kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (8/3/2019), mengatakan, dari Kabupaten telah melakukan pendataan dan menurunkan bantuan di lokasi bencana.

"Saya baru minta di Kabupaten untuk melakukan pendataan korban secara detail dan kebutuhan yang diperlukam secara rinci. Saat ini bantuan yang turun berupa beras dari beras kewenangan kabupaten," tutur Adriyani.

Banjir Hantam Mabar Pemukiman Warga Tiga Desa, Tergenang Air Setinggi Dua Meter

BREAKING NEWS : Banjir Bandang Terjang Desa Sinar Hading, Ratusan Hektar Padi Lenyap

Setelah pendataan, kata Iien jika dibutuhkan barulah Provinsi bergerak untuk menurunkan bantuan.

"Kalau ada kekurangan baru di-back up dari provinsi, dengan cara mengirim surat barulah barang-barang yang dibutuhkan dikirim," demikian Adriyani.

Terkait korban jiwa, diakui Adriyani, sampai detik ini dirinya belum menerima laporan adanya korban jiwa dari bencana tersebut. Namun pendataan masih sedang berlangsung.

"Tapi kita tidak tau hasil pendataannya nanti. Kita prinsipnya terus melakukan pemantauan. Kalau ada yang kurang, barulah beras kewenangan provinsi turun. Kalau kekurangan apa saja nanti baru diturunkan," tutup Adriyani.(*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved