Pengantin ISIS Buronan Paling Dicari di Perancis Tewas dalam Serangan Udara di Suriah

Pengantin ISIS buronan paling dicari di Perancis tewas dalam Serangan udara di Suriah

Pengantin ISIS Buronan Paling Dicari di Perancis Tewas dalam Serangan Udara di Suriah
KOMPAS.com/AP via Daily Mail
Hayat Boumeddiene, pengantin ISIS yang menjadi buronan paling dicari di Perancis setelah suaminya menyerang supermarket di Paris dan membunuh lima orang pada Januari 2015. 

Pengantin ISIS buronan paling dicari di Perancis tewas dalam Serangan udara di Suriah

POS-KUPANG.COM | BAGHOUZ - Seorang pengantin Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) yang menjadi buronan paling dicari dikabarkan tewas dalam serangan udara di benteng terakhir mereka pekan lalu.

Hayat Boumeddiene tewas dalam serangan udara koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) di sebuah bunker yang disebut sebagai "Rumah Perancis", dilaporkan Daily Mail Rabu (6/3/2019).

Mantan Pilot Jet Tempur AS Ini Mengaku Pernah Diperkosa Atasannya

Kabar itu diungkapkan Dorothee Macquere, salah satu pengantin ISIS lain yang melarikan diri dari desa Baghouz, berlokasi di perbatasan Irak itu.

Boumeddiene kabur dari Perancis setelah suaminya, Amedy Coulibaly, menyerang supermarket di Paris dan membunuh seorang polisi wanita serta empat sandera, pada Januari 2015.

Pengusaha Durian di Thailand Batalkan Sayembara Cari Jodoh bagi Putrinya Berhadiah Rp 4 Miliar

Serangan Coulibaly itu terjadi beberapa hari setelah dua ekstremis bersaudara Cherif dan Said Kouachi membantai staf majalah mingguan satir Charlie Hebdo.

Coulibaly terbunuh dalam serbuan polisi Perancis. Sementara Kouachi bersaudara tewas dalam serangan lain. Serangan mereka bertiga dilaporkan telah membunuh 17 orang.

Penyelidik Perancis kemudian memburu Boumeddiene untuk mengusut serangan yang dilakukan suaminya.

Namun, dia dikabarkan kabur ke Suriah dalam keadaan hamil. Segera, ISIS mempublikasikan wawancara dengan Boumeddiene dalam bahasa Perancis dan Inggris, menyerukan kepada perempuan untuk sabar dan memudahkan hidup suaminya.

"Dia sudah memulai kehidupan baru di Suriah. Dia menikah lagi namun tidak mempunyai anak," kata Macquere dari padang gurun yang dikuasai Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved