Kunker Di Kecamatan Kota Waikabubak, Dewan Soroti 40 % APBD 2019 Mengalir Ke Wanokaka

DPRD Kabupaten Sumba Barat soroti 40 persen APBD Sumba Barat mengalir ke Wanokaka.

Kunker Di Kecamatan Kota Waikabubak, Dewan Soroti 40 % APBD 2019 Mengalir Ke Wanokaka
POS KUPANG/PETRUS PITER
DPRD Sumba Barat melakukan kunjungan kerja ke kecamatan di Waikabubak 

DPRD Sumba Barat Soroti 40 % APBD 2019 Mengalir Ke Wanokaka

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, petrus piter

POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK- Ketua tim koordinasi kunjungan kerja yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat, Daniel Bili, S.H menyoroti 40 persen anggaran APBD Kabupaten Sumba Barat tahun anggaran 2019 mengalir ke wilayah Kecamatan Wanokaka.

Hal itu berarti hanya menyisahkan 60 persen untuk 5 kecamatan lainnya dimana diperkirakan masing-masing kecamatan hanya mendapatkan alokasi anggaran sebesar 12 persen.

Hal senada juga disampaikan Ketua tim kunjungan kerja, Drs. Tarawatu Ora dan anggota DPRD Sumba Barat lainnya, Gerson Umbu Awang.

Bangunan Baru Pasar Rakyat Desa Bera Dolu, Sumba Barat Tidak Terawat, Seperti Ini Kondisinya

Ini Cara Pemkab Sumba Barat Cegah Pembuangan Sampah Sembarangan

 Sementara anggota DPRD Sumba Barat, Jefri Ora, S.H, mencoba meluruskan persoalan itu dengan mengatakan, besaran angka 40 persen sudah termasuk dana DAK pengerjaan hotmix jalan Katikuloku-Hobajangi, Wanokaka sekitar Rp 16 miliar lebih.

Menururnya, anggaran sebesar Rp 16 miliar lebih itu berasal dari dana alokasi khusus yang tidak bisa diutak atik lagi. Posisi pemerintah dan DPRD Sumba Barat hanya menerima atau menolak dana DAK itu.

Hal itu mengemuka ketika tim kunjungan kerja DPRD Sumba Barat yang terdiri koordinator kunjungan kerja, Daniel Bili, S.H, ketua tim kunker, Drs.Tarawatu Ora bersama anggota DPRD Sumba Barat Jefri Ora, S.H, Gerson Umbu Awang dan Lidia Laka Seingu bertatap muka dengan pemerintahan Kecamatan Kota Waikabubak, Lurah dan kepala desa se-Kecamatan Kota Waikabubak, para kepala sekolah TK, Paud, SD, SMP dan SMU serta RT/RW, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang dipandu langsung Camat Kota Waikabubak, Grace W Ora, SSi di aula kantor Kecamatan Kota Waikabubak, Rabu (6/3/2019).

Kedatangan tim DPRD Sumba Barat itu untuk menyosialisasikan APBD Kabupaten Sumba Barat tahun anggaran 2019 dan menyosialisasikan Ranperda Hidup Hemat.

Menurut koordinator tim kunjungan kerja, Daniel Bili, S.H, seharusnya pemerintah Kabupaten Sumba Barat memberi prioritas anggaran pembangunan dan penataan kota Waikabubak agar kota waikabubak lebih tertata rapih, bersih dan indah serta tidak lagi mendapat penilaian buruk dari pemerintah pusat sebagai salah satu kota kecil terkotor di indonesia.

Mengapa anggaran diprioritaskan untuk pembangunan Kota Waikabubak karena menjadi barometer atau jantung kota Kabupaten Sumba Barat.

Cegah Perampokan, Kades Lapale-Sumba Barat Tempatkan Tim Keamanan Lokal

Tahun 2019, Kabupaten Sumba Barat Dapat Dana Desa Rp 80 Miliar

Daniel mengungkapkan, setiap tamu yang datang ke Kabupaten Sumba Barat tentu ke Kota Waikabubak. "Orang pertama kali datang ke Sumba Barat tentu ke Kota Waikabubak dulu baru pergi ke Kecamatan. Karena itu, kita butuh perubahan penataan kota Waikabubak agar tidak tampak stagnan dari tahun ke tahun. Bahkan kalau perlu, dalam satu tahun anggaran tertentu, kita mengalokasikan khusus pembangunan dan penataan Kota Waikabubak agar lebih indah dan maju," kata Daniel Bili. (*)

Foto Koordinator tim kunjungan kerja DPRD Sumba Barat, Daniel Bili, S.H bersama ketua tim kunker, Drs.Tarawatu Ora, anggota tim kunker, Jefri Ora, S.H, Gerson Umbu Awang dan Lidia Laka Seingu sdg mensosialisasikan APBD Kabupaten Sumba Barat TA 2019 dihadapan pemerintahan Kecamatan Kota Waikabubak, lurau, kades, tokoh masyarakat, tokoh agama dan para kepala sekolah TK hingga SMA di aula kantor Kecamatan Kota Waikabubak, Rabu (6/3/2019). (*)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved