BREAKING NEWS: Puting Beliung Terjang Rumah Warga Liliba Kupang NTT

Angin puting beliung menerjang puluhan rumah warga di Kelurahan Liliba Kupang, tepatnya di belakang Kapela Stasi Yesus Maria Yosep Kamis (28/2/2019).

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Agustinus Sape
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Angin puting beliung merusak beberapa rumah warga di sekitar SDK Rosa Mystika Liliba, Kota Kupang, Provinsi NTT, Kamis (29/2/2019). Tampak sejumlah rumah kehilangan bubungan karena diterjang puting beliung. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Angin puting beliung menerjang puluhan rumah warga di Kelurahan Liliba Kupang, tepatnya di belakang Kapela Stasi Yesus Maria Yosep Kamis (28/2/2019).

Kejadian sekitar pukul 14.00, disertai hujan lebat. Menurut kesaksian warga setempat, awalnya mereka melihat awan tebal berputar seperti gasing.

Mereka beramai-ramai keluar dari rumah menyaksikan kejadian langka tersebut. "Karena takut, kami lalu lari kembali ke dalam rumah," ungkap Daniel Sula, warga setempat.

Selang beberapa saat kemudian terdengar bunyi gemuruh yang menakutkan, diiringi teriakan warga. Sekejap, sejumlah pohon besar dan atap rumah ambruk dan warga pun berhamburan lari keluar rumah.

Pantauan POS-KUPANG.COM, saat ini warga setempat tengah sibuk membereskan puing-puing bangunan.

Sebuah rumah bebak milik Barnabas Banu, di RT 27 Kelurahan Liliba Kupang, rata tanah diterjang angin puting beliung, Kamis (28/2/2019) siang.

Kejadian naas tersebut membuat Bernabas bersama istri dan anaknya, malam ini tidur di teras rumah tetangga mereka yang luput dari puting beliung.

Pria paruh baya ini tampak lunglai saat merapikan puing-puing bangunan rumahnya.

Ia tertatih-tatih mengangkat sejumlah perabot rumah tangga di kegelapan.

"Saya tidak tau mau buat apa lagi, mau usaha bagaimana? untuk bangun kembali rumah kami," ungkap pria yang bekerja sebagai pemulung ini.

Tidak hanya Barnabas, keluarga Guido Lake, di RT yang sama senasip dengan Barnabas. Malam ini, dua keluarga tersebut harus menginap di teras rumah tetangga.

Pemandangan di wilayah RT 27,28 dan 29, belakang Gereja Stasi Yesus Maria Yosef tampak menyedihkan. Pohon-pohon berlintangan di jalan.

Rumah-rumah warga yang lain juga berantakan, atap-atap rumah bahkan perabot bertebaran di halaman rumah

Di tengah kegelapan, warga hiruk pikuk merapikan puing-puing bangunan rumah mereka masing-masing.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved