Wisatawan Asing Kagumi Tradisi Menangkap Nyale di Wanokaka Sumba Barat

Sejumlah wisatawan asing mengaku sangat menikmati dan kagum terhadap tradisi menangkap nyale atau cacing laut

Wisatawan Asing Kagumi Tradisi Menangkap Nyale di Wanokaka Sumba Barat
wisatalombokaja.blogspot.co.id
Cacing Nyale 

Wisatawan Asing Kagumi Tradisi Menangkap Nyale di Wanokaka, Ini Ungkapan Hati Mereka

POS-KUPANG.COM| WAIKABUBAK - Sejumlah wisatawan asing mengaku sangat menikmati dan kagum terhadap tradisi menangkap nyale atau cacing laut yang dilakukan oleh ribuan masyarakat di Kecamatan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat, NTT menyambut pasola.

"Ini pertama kali saya ke Sumba, kebetulan kami dapat jadwal bahwa ada pasola yang diawali dengan tradisi Nyale makanya saya penasaran ingin menontonnya," kata Peter, wisatawan dari Belanda saat ditemui Antara di sela-sela upacara pemanggilan Nyale di Desa Hupumada dan Taramanu Kecamatan Wanokaka, Kabupaen Sumba Barat, NTT, Selasa (26/2).

Peter yang sudah berada di NTT selama satu pekan itu mengaku sempat mengelilingi Pulau Flores dan berwisata di Labuan Bajo, kampung adat Waerebo, dan Danau tiga warna di puncak gunung Kelimutu di Kabupaten Ende.

Ingin Cantik Sepertu Gadis Tiongkok? Ini Rahasianya

Ramalan Zodiak Selasa 26 Februari 2019, Cancer Banyak Tantangan, Scorpio Jadi Pusat Perhatian

Ngaku Army BTS, Sudah Tahu Belum Fakta-Fakta Tentang RM BTS, Yuk Kepoin

Menurut dia, selama beberapa hari di Flores, ia kagum dengan keindahan alam di pulau itu, karena memiliki budaya serta keindahan alam dan hewan purbakala Komodo yang tak ada duanya di dunia.

Namun, kata dia jika dibandingkan dengan Pulau Flores, Pulau Sumba lebih indah, karena berbalut dengan berbagai potensi budaya serta wisata alam yang indah.

"Pulau Sumba lebih indah jika dibandingkan dengan Pulau Flores. Tidak heran jika banyak teman-teman kami yang bilang kalau Sumba itu indah," katanya menambahkan.

Sementara itu, Mark, wisatawan asal Amerika Serikat juga mengaku bahwa tradisi Nyale dan Pasola hanya satu-satunya di dunia.

"Ini kedua kali saya menyaksikan upacara Nyale dan Pasola. Tahun sebelumnya saya menyaksikan di daerah Kodi," kata dia.

Dia juga mengaku bahwa Sumba merupakan pulau yang indah. Ia sendiri sudah mengelilingi beberapa kawasan wisata di Pulau Sumba, mulai dari Sumba Timur sampai Sumba Barat Daya.

Mark pun berharap agar budaya dan keindahan alam di Pulau Sumba itu dijaga dengan baik, agar tidak punah begitu dan tetap lestari sepanjang zaman.

Selain Peter dan Mark, beberapa wistawan asing dari Jerman, Australia, China, dan beberapa negara lainnya juga ikut menyaksikan upacara pengambilan Nyale tersebut.

Editor: Putra
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved