Kampanye Keluarga Berencana

Alexander Kapitan: Kami Gencar Konseling dan Pendampingan Alat Kontrasepsi Jangka Panjang

Aleksander Kapitan mengatakan pihaknya bertugas menyiapkan calon akseptor KB untuk pelayanan alat kontrasepsi jangka panjang 3-8 tahun khusus IUD

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Agustinus Sape
The Verge
Kontrasepsi dengan metode IUD 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Aleksander Kapitan, S I.Kom, Kepala UPT Dinas PP dan KB Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Provinsi NTT,  mengatakan pihaknya bertugas menyiapkan calon akseptor KB untuk pelayanan alat kontrasepsi jangka panjang 3-8 tahun khusus Intrauterine Device (IUD) dan Implan.

Sasarannya adalah pasangan usia subur yang sudah menikah dan mempunyai anak dengan rata-rata umur 20-30 tahun.

Hal ini diungkapkannya dalam pemberian KB Massal dan Gratis di Puskesmas Oesapa, Kota Kupang, Kamis (21/2/2019).

"Tujuannya juga bisa memberikan ASI kepada anak-anak mereka minimal dua tahun," kata Kepala UPT Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP dan KB), Kecamatan Kelapa Lima ini.

Disampaikannya, akseptor hari itu lebih banyak menggunakan implan daripada IUD. Sebab, pemasangan IUD dilakukan setelah datang haid.

Pihaknya kini gencar melakukan konseling dan pendampingan agar calon akseptor bisa pelan-pelan beralih dari alat kontrasepsi jangka pendek menuju alat kontrasepsi jangka panjang.

"Kita prioritas ke alat kontrasepsi jangka panjang," kata Aleksander Kapitan.

(*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved