Siswa-siswi SMK-PP Negeri Kupang Praktik Buat Silase, Ini Bentuk Kegiatannya
siswa-siswi kelas peternakan B di SMK-PP (Sekolah Menengan Kejuruan Pembangunan Pertanian) Negeri Kupang, Kamis, 21 Februari kemarin, praktik membuat
POS KUPANG.COM - siswa-siswi kelas peternakan B di SMK-PP (Sekolah Menengan Kejuruan Pembangunan Pertanian) Negeri Kupang, Kamis, 21 Februari kemarin, praktik membuat silase.
Silase adalah pakan ternak yang difermentasi dan dapat disimpan berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.
Praktik ini dilaksanakan di mata pelajaran Pakan Ternak yang diampu oleh Ibu Korinti S. M. Ulima, S.Pt. Pada kesempatan itu, siswa-siswi membuat silase dari rumput lapang dan dedak.
Pukul 9.30 mereka bergotong royong menyiapkan alat dan bahan praktik. Ada yang mengangin-anginkan rumput sehingga embun pada rumput bisa hilang, ada yang menyiapkan tong, dedak dan karung, sementara para siswa lain bersama-sama mengangkat mesin pencacah rumput ke lokasi praktik.
“Sebelumnya, kami pernah membuat silase serupa di toples sebagai percobaan”, ujar Yosua, salah satu siswa dari kelas Peternakan B.
Ketika embun di rumput sudah hilang, mereka pun memulai kegiatan praktik. Pertama-tama, mesin pencacah rumput dinyalakan. Mereka pun mulai mencacah rumput dengan bersama-sama.
Ada yang mengambil rumput lapang dan mengepalnya sehingga lebih mudah apabila dimasukkan ke mesin pencacah, ada yang memasukkan rumput ke mesin, ada pula yang merapikan rumput yang sudah dicacah. Rumput dicacah dengan ukuran kurang lebih 10 cm.
Sementara rumput dicacah, siswa lain mencuci dan mengeringkan tong yang akan dijadikan wadah fermentasi. Tong ini tentu harus bersih, sehingga proses fermentasi dapat berlangsung tanpa ada kontaminasi.
Setelah rumput dan tong siap, para siswa kemudian memasukkan rumput, dedak dan garam ke tong fermentasi. Rumput, dedak dan garam ini dimasukkan secara berselang-seling dan merata.
Sebelum dimasukkan ke tong, rumput dan dedak harus ditimbang dahulu sehingga nantinya dapat diketahui berat silase yang dibuat. Seorang siswi bertugas untuk mencatat jumlah bahan pakan yang dimasukkan ke tong.
Dalam memasukkan bahan pakan ke tong, harus pula dipadatkan secara berkala. Seorang siswa bertugas menginjak bahan pakan dalam tong tadi, hal ini harus dilakukan dengan kaki dalam keadaan bersih.
Pemadatan ini dilakukan agar tidak ada udara yang bisa membantu organisme kontaminan tumbuh selama fermentasi. Setelah tong terisi penuh, tong pun ditutup dengan rapat.
“Pakan ini disimpan selama 3 minggu sebelum boleh dibuka lagi”, ujar Maxi sembari menyimpan tong silase ke gudang penyimpanan.
Praktik hari itu pun berakhir. Seluruh siswa-siswi merasa senang karena bisa membuat silase dalam kuantitas yang cukup banyak, yakni 100 kg. Mereka pun membersihkan lokasi praktik dan menyimpan peralatan. Semoga silasenya berhasil dan disukai ternak! (*)
