Beras Rusak Masih Menumpuk di Gudang Bulog, Dekat Kantor Bupati Lembata

Meski beras rusak itu lebih dominan, namun di dalam gudang itu, tidak tercium sedikit pun aroma bau pengab.

Beras Rusak Masih Menumpuk di Gudang Bulog, Dekat Kantor Bupati Lembata
Pos Kupang.com/Frans Krowin
BERAS RUSAK -- Beras yang rusak masih menumpuk di gudang. Gambar diabadikan, Sabtu (23/2/2019). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Hingga Minggu (24/2/2019), beras rusak masih menumpuk di gudang bulog, dekat Kantor Bupati Lembata. Di dalam gudang itu, beras membusuk diatur berdampingan dengan beras yang baru tiba di Lembata.

Disaksikan Pos Kupang.Com, Sabtu (23/2/2019) siang, di dalam gudang tersebut, volume beras yang rusak lebih banyak dari beras bulog yang baru masuk. Beras baru itu disusun di bagian depan. Sedangkan beras rusak ditempatkan di bagian belakang, juga sisi kiri dan kanan di dalam gudang tersebut.

Meski beras rusak itu lebih dominan, namun di dalam gudang itu, tidak tercium sedikit pun aroma bau pengab. Udara di dalam ruangan itu terasa segar lantaran pintu gudang senantiasa terbuka lebar baik di bagian depan maupun belakang.

Kebersihan di dalam gudang itu pun senantiasa terawat baik. Hal itu terlihat juga di halaman gudang itu. Baik di depan maupun belakang juga di samping gudang itu, kebersihannya senantiasa terjaga. Pimpinan dan karyawan gudang itu merawat kebersihan secara baik.

Festival Nale Digelar di Pantai Mingar, Nagawutun-Lembata, NTT

Pub ‘Triple Seven’  Disita  Eksekusi Rp 665  Juta  Dititip di  BRI Maumere

Ketika hendak ditemui, Kepala Gudang Bulog Lembata, Sub Divre Larantuka, Yohanes Mujur, tidak berada di tempat. Sementara seorang petugas gudang asal SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), menyebutkan, saban hari mereka selalu menjaga kebersihan di gudang itu.

"Setiap hari kami selalu membersihkan gudang ini. Jadi jangankan sampah, debu pun selalu kami bersihkan," ujarnya singkat.

Lantaran kebersihan gudang selalu dijaga, sehingga beras yang ada di dalam gudang itu tak saling terkontaminasi antara yang rusak dan beras yang baru masuk.

"Beras yang rusak tidak merusaki beras yang lain, karena kami selalu menjaga kebersihan gudang ini. Namanya kebersihan, nomor satu di gudang ini," ujar pria yang tak mau menyebutkan namanya itu.

Ia sama sekali tak tahu kapan beras rusak itu akan dibawa keluar dari gudang itu.

"Kami tidak tahu sampai kapan beras rusak ini diambil. Itu kan urusan bos-bos. Tugas kami hanyalah menjaga gudang ini, mengontrol dan menjaga kebersihannya setiap hari," ujarnya. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved