Siswa SMK-PP Negeri Kupang Perbanyakan Tanaman Buah Naga Sistem Stek
Tanaman buah naga merupakan jenis kaktus yang cocok tumbuh di wilayah tropis dan mudah beradaptasi pada berbagai lingkungan dapat tumbuh dengan
POS KUPANG.COM, KUPANG -Tanaman buah naga merupakan jenis kaktus yang cocok tumbuh di wilayah tropis dan mudah beradaptasi pada berbagai lingkungan dapat tumbuh dengan berbagai perubahan cuaca termasuk lingkungan atau cuaca yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sekolah Menengah Pertanian Pembangunan (SMK-PP ) Negeri Kupang yang ada di Provinsi NTT, merupakan pendidikan menengah kejuruan dibawah naungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.
Sebagai pendidikan kejuruan yang lebih berorientasi atau lebih mengutamakan pada praktikum maka dalam mata pelajaran Pembiakan Tanaman para siswa SMK-PP Negeri Kupang pada program studi Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) melaksanakan praktik yaitu dengan perbanyakan tanaman buah naga dengan sistem stek.
Tanaman buah naga biasanya diperbanyak dengan cara vegetatif yaitu dengan stek batang karena lebih mudah dilakukan dan waktu untuk berproduksi lebih cepat.
Stek batang diambil dari tanaman induk varietas unggul yang sehat, keras, tua, berwarna hijau kelabu, bebas hama dan penyakit, produktivitasnya tinggi dan sudah pernah berbuah setidaknya 2-3 kali.
Panjang batang tanaman biasanya sekitar 80 - 120 cm, potong batang tersebut dan sisihkan sekitar 20 % dari panjang batang keseluruhan, Bagian yang 80 % dapat digunakan sebagai bibit, sesuai ukuran bibit yang digunakan sesuai kebutuhan ukuran yang digunakan umumnya bahan setek calon bibit berukuran antara 15-30 cm dengan minimal satu mata tunas, bagian ujung atas dipotong rata sedangkan ujung bawah dipotong miring/runcing.
Setelah dipotong stek dikeringanginkan, setelah kering pangkal stek dicelupkan selama 2-3 detik pada Rootone F (hormon untuk mempercepat pertumbuhan akar) lalu disemai pada bedeng pembibitan atau polibag yang sudah berisi media tumbuh.
Media yang digunakan untuk pembibitan buah naga adalah campuran tanah, pupuk kandang, dan pasir dengan perbandingan (1:1:1) dicampur menjadi satu, dimasukkan kedalam wadah yang sudah disiapkan yaitu palybag, sambil menunggu pembibitan buah naga tumbuh anak-anak pun menyiapkan lahan untuk penanaman pembibitan, lahan di bersihkan dan di tektor, setelah di traktor dibuat lubang tanam.
Bila perakaran sudah kuat dan tunas sudah tumbuh dengan baik (tinggi 40-50 cm) bibit sudah dapat ditanam di kebun atau lahan. Hal terpenting dalam budidaya tanaman buah naga adalah mendapatkan sinar matahari yang cukup agar pertumbuhan buah naga lebih maksimal.
“ Hal tersebut merupakan tahapan dalam persiapan bibit dengan sistem stek untuk tanaman buah naga” ujar Marlisye M. Naturasi Guru Mata Pelajaran Pembiakan Tanaman pada Kelas X Program Studi ATPH Kamis (21/02/2019). Lebih lanjut menurut Naturasi, setelah persiapan bibit, hal yang perlu dilakukan adalah kegiatan penanaman, pemeliharaan, dan panen bahkan pascapanen. Luas area penanaman buah naga untuk program studi TPH SMK-PP Negeri Kupang seluas 1 ha.
Hal senada juga dikatakan oleh siswa yang mengikuti praktek penanaman tanaman buah naga dengan sistem stek, Odete Ily Mama dan Paula G Obe menyatakan bahwa dengan mengikuti praktek dapat membantu dan mengetahui cara pengembangbiakan tanaman buah naga dengan stek dan mereka juga berharap dengan berbekal ilmu/pengetahuan yang telah didapat akan memberikan contoh yang baik yang dapat ditiru oleh masyarakat sekitar
Diharapkan dengan penanaman tanaman buah naga dengan sistem stek, inovasi budidaya buah naga diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi buah naga secara cepat di SMK Pertanian Pembangunan Negeri Kupang. (Wid)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/stek-buah-naga.jpg)