Bupati Epy: Bendungan Temef Hadirkan Dampak Multi Efek

Bupati TTS, Egusem Piether Tahun mendukung penuh pengerjaan Bendungan Temef.

POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Bupati TTS Egusem Piether Tahun sedang melakukan foto bersama dengan para rekanan yang mengerjakan Bendungan Temef. 

POS-KUPANG.COM | SOE - Bupati TTS, Egusem Piether Tahun mendukung penuh pengerjaan Bendungan Temef. Menurut Bupati Epy, kehadiran Bendungan Temef akan memberikan dampak multi efek bagi masyarakat Kabupaten TTS.

Selain berfungsi sebagai penyedia air baku dan air irigasi, kehadiran bendungan temef juga akan menjadi obyek wisata baru, pembangkit listrik tenaga air, serta mendukung usaha pertanian dan peternakan masyarakat.

Dengan begitu bisa dipastikan, kehadiran bendungan temef nantinya akan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat roda pembangunan di Kabupaten TTS.

Mengukur Kebugaran Jantung dan Paru-Paru, Puskesmas Watukapu Lakukan Kegiatan Ini

"Manfaat yang kita dapat dari keberadaan bendungan temef ini sangat banyak. Oleh sebab itu, kita terus melakukan sosialisasi guna mempersiapkan masyarakat sekitar lokasi bendungan temef agar bisa memanfaatkan dengan baik kehadiran bendungan ini. Untuk lokasi pariwisata sendiri, kita sudah membangun komunikasi dengan Pak Gubernur untuk membantu kita dalam usaha melakukan pembebasan lahan kehutanan di selatan lokasi bendungan temef agar bisa kita tata menjadi obyek wisata," ungkap Bupati Epy saat dihubungi POS-KUPANG.COM, Minggu (17/2/2019) pagi.

Penyidik Polsek Pahunga Lodu Sumba Timur Limpahkan Tersangka PUT Bersama BB Kepada JPU

Dalam waktu dekat, lanjut Bupati Epy, dirinya akan meninjau lokasi pengerjaan bendungan temef guna mengadakan pertemuan dengan para rekanan yang mengerjakan bendungan tersebut.

Bupati Epy ingin meminta dukungan para rekanan agar dalam pengerjaan bendungan tersebut bisa menyerap tenaga kerja lokal, menggunakan material lokal yang tersedia dan menggunakan alat berat maupun truk dari pengusaha lokal.

Hal ini dimaksudkan agar masyarakat dan pengusaha lokal bisa ikut berkontribusi sekaligus mendapatkan dampak langsung dari pengerjaan bendungan terbesar di NTT tersebut.

"Kalau untuk tenaga teknis silakan pakai dari luar, tetapi kalau tenaga masak, bersih-bersih, supir truk dan kita orang TTS bisa. Selain itu, bahan bagunan seperti pasir dan batu pecah kita minta agar pakai yang ada di sini. Selain itu, kebutuhan alat berat dan mobil truk bisa menyewa dari pengusaha lokal sehingga pengusaha lokal bisa mendapatkan dampaknya," pintanya.

Bupati Epy mengaku, adanya sinyal dari Kementerian PUPR jika pengerjaan bendungan tersebut bisa dipercepat dan diperkirakan akan rampung lebih cepat satu tahun dari target yang ditetapkan.

Jika sebelumnya ditargetkan bendungan tersebut akan rampung pada tahun 2022, maka jika tidak ada halangan pengerjaan bendungan temef bisa rampung pada 2021 mendatang.

"Pada akhir Januari kemari, saya bersama Pak Gubernur sudah lihat progress pengerjaannya. Untuk membebaskan lahan sudah hampir selesai sisa pembayaran ganti rugi lahan masyarakat yang masuk kawasan pembangunan bendungan temef. Kalau untuk fisiknya, saya dengar penjelasan dari rekanan jika proses pembersihan lahan sudah selesai dan saat ini sedang persiapan untuk pengerjaan salurannya. Kita berharap pekerjaannya bisa lebih cepat selesai dari yang ditargetkan," ujarnya.

PPK proyek pembangunan bendungan temef, Frangky Welkis menceritakan, perencanaan pembangunan bendungan temef dilakukan sejak 2012 lalu. Namun baru mendapat persetujuan dan AMDAL pada 2017 sehingga barulah memulai pembangunannya.

Dalam pelaksanaan pembangunan bendungan temef dibagi kedalam dua paket yang dikerjakan dua rekanan. Pertama, PT. Nindya-Bina Nusa Lestari KSO dengan Nilai Kontrak Rp. 506.145.751.000 berdasarkan Nomor Kontrak : HK.02.03/SNVT/PEM-BEND-NT.II/DSE.I/89/ XII/2017 serta waktu pelaksanaan selama 1.560 hari kalender. Pelaksanaan paket kedua oleh PT. Waskita-Bangunnusa KSO dengan Nilai Kontrak Rp. 899.088.942.000 berdasarkan nomor kontrak : HK.02 .03/SNVT/PEM-BEND-NT.II/DSE.I/88/XII/20 17 dengan waktu pelaksanaan 1.560 Hari Kalender.

"Untuk realisasi pekerjaan yang dilakukan PT Nindya-Bina Nusa Lestari pada rencana fisik sebesar 19,24 persen dan realisasi keuangan sebesar 4,29 persen. Sedangkan untuk pembangunan paket dua yang dikerjakan PT Waskita realisasi fisik mencapai 10,49 persen, sedangkan realisasi keuangan sebesar 4,28 persen," ujar Frangky. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved