Sabtu, 25 April 2026

Renungan Harian

Renungan Kristen Protestan: Nikmatilah Hidupmu

Bukan hanya kita yang butuh istirahat. Yesus dan para muridnya juga butuh istirahat sebagaimana dikisahkan dalam Markus 6:30-44.

Editor: Ferry Jahang
Pdt. DR Mesakh A.P. Dethan, MTh, MA
Pdt. DR Mesakh A.P. Dethan, MTh, MA 

Tanggal 6 Februari 2019

Oleh: Pdt. DR Mesakh A.P. Dethan, MTh, MA

Nikmatilah hidupmu, bekerja penting tapi jauh lebih penting janganlah lupa untuk beristirahat dan rekreasi

SEMUA orang entah besar atau kecil, kaya atau miskin, pasti membutuhkan waktu untuk beristirahat.

Ada yang istirahat makan (di tempat kerja, di rumah makan, dll). Istirahat untuk rekreasi, di rumah, di pantai, di gunung, dan di tempat-tempat lain.

Kalau orang kaya tidak hanya beristirahat di rumah, tetapi mereka bisa pergi ke luar negeri, menginap di hotel-hotel mewah dan menikmati makanan-makanan terbaik, etc.

Kalau gaya orang miskin beristirahat lain lagi. Yang penting ada tempat, dia sudah nyenyak . Atau sekadar baring-baring dan bermalas-malasan di pantai.

Ternyata bukan hanya kita yang butuh istirahat. Yesus dan para muridnya juga butuh istirahat sebagaimana dikisahkan dalam Markus 6:30-44.

Dalam teks ini Yesus menekankan betapai pentingnya istirahat. Yesus mengajak murid-murid untuk istirahat. Ia memahami bahwa murid-murid butuh istirahat. (bndk. Lukas 4).

Yesus juga menikmati waktu istirahatNya, di tengah badai sekalipun.

Dalam kisah angin ribut diredakan, Yesus benar-benar lagi istirahat dan benar-benar menikmati waktu tidur.

Akan tetapi yang menarik dari kisah yang tadi kita baca bersama: banyak orang mengikuti Yesus dan mereka akhirnya tidak bisa beristirahat karena orang banyak itu sudah lapar karena hari sudah mulai malam (mungkin sekitar jam 5-6).

Ayat 35. Dan Yesus menyuruh mereka memberi makan (ayat 37: Kamu harus memberi mereka makan).

Jadi teks ini menggaris bawahi, bahkan Tuhan pun butuh istirahat. Mesti ada keseimbangan antara kerja dan istirahat. Waktu untuk kerja dipakai sungguh-sungguh untuk kerja. Tapi ada juga waktu untuk istirahat.

Banyak orang kurang memperhatikan keseimbangan ini. Kerja, kerja dan tidak ada waktu istirahat, sehingga Rumah Sakitlah yang terpaksa memanggil mereka untuk istirahat.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved