Pemkot Kupang Tidak Terapkan Pergub Bahasa Inggris

Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang tidak menerapkan Pergub NTT Nomor 56 Tahun 2018 tentang hari Berbahasa Inggris. Pemkot Kupang hanya menyarankan agar

Pemkot Kupang Tidak Terapkan Pergub Bahasa Inggris
POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/KUPANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang tidak menerapkan Pergub NTT Nomor 56 Tahun 2018 tentang hari Berbahasa Inggris. Pemkot Kupang hanya menyarankan agar ASN bisa mengikuti aturan itu.

"Secara aturan tentu itu Pergub dan wajib, tapi secara praktik agak susah. Karena itu, saya hanya sarankan saja kepada ASN di Kota Kupang untuk ikut aturan itu," ujar Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore, Rabu (6/2/2019).

Ditanyai soal alasan mengapa ASN di Pemkot Kupang tidak berbahasa Inggris pada Hari Rabu, Ketua DPD Partai Demokrat NTT ini mengatakan, untuk penerapannya belum bisa karena perlu ada persiapan dan sosialisasi.

"Ini memang pergub dan wajib untuk kabupaten dan kota, namun dalam prakteknya belum bisa. Saya hanya bisa himbau teman-teman untuk bisa ikut aturan dari gubernur," kata Jefri.

Saat ditanyai POS-KUPANG.COM, Jefri balik bertanya soal hari apa hari ini. " Kantong (kita ) pubya Bahasa Inggris inu masih jatuh terus, namun, kalau jatuh bangun ya mungkin bisa. Beta (saya ) juga malu kalau omong (bicara) Bahasa Inggris dengan pak dong ,kalau tidak balas,nanti nilai bilang beta (saya )sombong," katanya.

Dikatakan, jika ada yang datang dan berbahasa Inggris dengan dirinya ,pasti dirinya merespon juga dengan Bahasa Inggris, namun,jika dirinya berbahasa Inggris namun tidak ada yang jawab juga sama.

Kasus Selingkuh Dosen di Kupang, Dosen LL Mengku Saat Penggerebekan Dirinya Sedang Masak    

BREAKINGNEWS: Gertak Kepala Desa dengan Masalah Dana Desa, Oknum Wartawan Raup Rp 40 Juta

"Saya omong (bicara) kalau tidak ada yang balas, beta (saya) juga perasaan. Karena itu, saya himbau teman-teman supaya bisa ikut aturan itu," katanya.

Ditanyai,apakah Pergub itu wajib, Jefri mengatakan, sebenarnya wajib,namun penerapan atau prakteknya belum bisa diwajibkan,sehingga dirinya hanya bisa menyarankan agar ASN bisa mengikuti aturan tersebut.

Untuk diketahui, Pergub itu menyebutkan dalam Bab II Pasal 3 ayat1, bahwa penerapan hari berbahasa Inggris ditetapkan pada Hari Rabu, sedangkan, pada ‎ayat 2 disebutkan bahwa, penerapan Hari Bahasa Inggris itu wajib dilakukan oleh Perusahaan Daerah,Lembaga dan Desa Wisata.  (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved