Sabtu, 25 April 2026

Paus Fransiskus

Kenapa Salib Besar Didirikan di Uni Emirat Arab (UEA), Ini Penjelasannya

Di hadapan rabi dan sheikh ternama, Paus menuturkan setiap pemimpin keagamaan mempunyai tugas menolak setiap kalimat yang bisa menjurus perang

Editor: Ferry Jahang
AFP
AFP/KARIM SAHIB BERKAT ANAK-Paus Fransiskus memberkati seorang anak ketika dia tiba di Stadion Olahraga Zayed, Uni Emirat Arab, untuk memimpin jalannya misa terbuka pada Selasa (5/2/2019). 

Salib Besar Didirikan Saat Paus Fransiskus Gelar Misa Terbuka di Arab

POS-KUPANG.COM. ABU DHABI- Momen bersejarah terjadi di Uni Emirat Arab (UEA) di mana Paus Fransiskus menggelar misa massal untuk sekitar 170.000 umat Katolik di sana.

Paus melambai di antara kerumunan yang membawa spanduk maupun bendera Vatikan ketika dia sampai di Stadion Olahraga Zayed.

Dilaporkan AFP Selasa (5/2/2019), altar dengan salib besar didirikan untuk menggelar misa secara terbuka yang belum pernah terjadi di UEA sebelum ini.

Paus Fransiskus yang menjangkau komunitas Muslim sebagai landasan kepausannya, mengakhiri kunjungan selama tiga hari dengan menghelat misa.

"Betapa membahagiakannya bagi saudara sekalian bisa bersatu di langit ini," kata pemandu acara dalam bahasa Arab saat Paus tiba pukul 10.00 waktu setempat.

Selama di Abu Dhabi, pernyataan publik Paus Fransiskus menjurus kepada adanya upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Dalam homilinya, Paus berusia 82 tahun itu mengarahkan fokus kepada ribuan pekerja migran yang menghuni negara teluk tersebut.

Paus Fransiskus berkata, pasti merupakan momen yang berat bagi mereka untuk bekerja dengan keluarga mereka berada di seberang lautan.

"Kalian kehilangan kasih sayang dari keluarga, dan menghadapi tantangan masa depan yang tak berubah. Namun Tuhan itu Pemurah dan tak akan meninggalkan umat-Nya."

Kunjungan Paus Fransiskus disambut hangat umat Katolik dari India dan Filipina. Ada sekitar satu juta umat Katolik di UEA.

Sebagai putra migran Italia yang lahir dan besar di Argentina, Paus Fransiskus sangat menaruh perhatian pada isu migran dan pengungsi.

Di dalam stadion, 50.000 umat Katolik yang membawa tiket melambai, dengan salah satu kelompok kecil membentangkan spanduk

"Kami Umat Katolik Yaman Mengasihimu".

Sementara 120.000 orang sisanya memilih mengikuti misa dari luar stadion dengan panitia menyediakan layar besar.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved