Cuaca Buruk, Lembata Krisis BBM

Dalam dua hari terakhir, yakni Kamis dan Jumat (24-25/1/2019), Lembata mengalami krisis bahan bakar minyak (BBM).

Penulis: Frans Krowin | Editor: Agustinus Sape
POS-KUPANG.COM/FRANS KROWIN
SPBU Lamahora di Lewoleba, Lembata sepi dari aktivitas pelayanan BBM, Jumat (25/1/2019). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Dalam dua hari terakhir, yakni Kamis dan Jumat (24-25/1/2019), Lembata mengalami krisis bahan bakar minyak (BBM).

Pasokan BBM dari Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim) ke Lewoleba, Kabupaten Lembata, terhenti sejak Rabu (23/1/2019) akibat cuaca buruk.

Kepala Syahbandar Wilayah Kerja (Wilker) Lewoleba, Wayan Adi Sucipto membenarkan terhentinya pasokan BBM tersebut ketika dihubungi Pos-Kupang.Com di ruang kerjanya, Jumat (25/1/2019) sore.

Dia mengatakan, cuaca buruk dalam dua hari terakhir menjadi penyebab utama terhentinya pasokan BBM itu. Apalagi tinggi gelombang di perairan Larantuka-Lembata mencspai 2 meter.

"Sejak hari Kamis (24/1/2019) kami melarang beroperasinya kapal penumpang dan kapal barang dari dan ke Larantuka. Kapal pengangkut BBM juga dilarang berlayar. Buruknya cuaca itulah yang mengganggu pengangkutan BBM dari Latantuka ke Lewoleba," ujarnya.

Ia mengatakan, larangan berlayar itu bukan hanya untuk perairan Lewoleba-Larantuka, tetapi berlaku untul seluruh pelayaran di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu mengacu pada prakiraan cuaca yang diterbitkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Kalau prakiraan cuaca dari BMKG-nya seperti itu, ya kami juga harus mengambil sikap tegas. Kami tidak ingin ada peristiwa buruk menimpa armada pelayaran di perairan ini. Untuk itulah Syahbandar tidak menerbitkan izin berlayar untuk semua armada demi kebaikan bersama," ujar Wayan.

Dia mengatakan hingga Jumat (25/1/2019) sore, cuaca mulai normal. Tinggi gelombang kembali normal setelah sehari sebelumnya mencapai 2 meter. Hanya saja sulit diprediksi apakah cuaca yang berangsur normal itu tetap bertahan ataukah sebaliknya. Karena saat ini perubahan cuacanya sangat drastis.

"Saat ini tinggi gelombang mulai normal tapi keadaannya bisa berubah sewaktu-waktu. Kami berharap semua nakhoda dan ABK termasuk para nelayan waspada terhadap cuaca yang tidak bersahabat saat ini," ujar Wayan.

Mengenai krisis BBM yang melanda Lembata dalam dua hari terakhir, dia mengatakan, saat ini cuaca mulai membaik. Olehnya ia berharap agar nakhoda kapal pengangkut BBM memanfaatkan kondisi ini sebaik mungkin. Dengan
begitu krisis BBM yang melanda Lembata dapat teratasi.

Disaksikan Pos Kupang.Com, sepanjang hari mulai pagi sampai sore, SPBU di Lamahora tidak melayani pengisian premium (bensin). Semua kendaraan diarahkan untuk menggunakan pertalite, karena hanya itu stok BBM yang ada di Lembata.

Pelayanan pengisian pertalite juga dibatasi hanya dua liter untuk setiap sepeda motor. Sedangkan mobil pick up hanya 15 liter per kendaraan. Lantaran persediaan terbatas, sehingga BBM jenis ini habis sekitar pukul 12.00 Wita. (*)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved