Di Lembata ! Jalan ke Doripewut Tertimbun Tanah Longsor

Sehari setelah Natal, tepatnya 26 Desember 2018, tanah longsor menimbun ruas jalan menuju Doripewut. Saat itu kendaraan tidak bisa lewat sama sekali

Di Lembata ! Jalan ke Doripewut Tertimbun Tanah Longsor
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
DI PASAR PADA - Ibu Ana Fransiska (kiri) dan ibu Lensiana Tuto (kanan) saat di Pasar Pada Lewoleba, Rabu (23/1/2019). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Ibu-ibu dari Desa Doripewut, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, NTT, mengungkapkan peristiwa tanah longsor yang menimbun ruas jalan dari dan ke desa itu sejak sehari setelah Natal, 25 Desember 2018. Timbunan tanah di lokasi kejadian tersebut, dipindahkan sendiri oleh masyarakat agar bisa dilalui kendaraan.

Hal itu diungkapkan Ibu Ana Fransiska dan Lensiana Tuto dan beberapa warga lainnya dari Desa Doripewut, ketika ditemui Pos Kupang.Com di Pasar Pada, Lewoleba, Rabu (23/1/2019). Saat itu mereka sedang berjualan di pasar tersebut.

"Sehari setelah Natal, tepatnya 26 Desember 2018, tanah longsor menimbun ruas jalan menuju Doripewut. Saat itu kendaraan tidak bisa lewat sama sekali. Akhirnya masyarakat turun dan kerja gotong royong untuk mengatasi masalah itu," ujar Ana dibenarkan Lensiana Tuto.

Jonni Asadoma: Awal Februari Pelatnas Sea Games di Kupang Dimulai

Ibu Ana mengungkapkan, tanah longsor itu terjadi di Tebelwolo, wilayah desa itu. Longsoran itu menutupi badan jalan sehingga tak satu pun kendaraan yang dapat melintas. Akibatnya, sekitar satu minggu lamanya warga tak bisa berjualan ke Lewoleba.

Lantaran arus transportasi putus total, tutur Ibu Ana, sehingga masyarakat pun sepakat untuk mengatasi masalah itu bersama-sama. Pada awal Januari 2019, warga turun bergotong royong menggusur timbunan tanah itu. Mereka bekerja dari pagi sampai sore dan dilanjutkan lagi beberapa hari kemudian.

Satgas Yonif Raider 408/Sbh Gagalkan Penyelundupan BBM

Saat itu, kata Ibu Ana, masyarakat hanya berusaha agar kendaraan bisa melewati lokasi tersebut. Dengan begitu, kendaraan bisa mengangkut warga untuk bepergian atau berjualan hasil bumi.ke pasar-pasar di Lewoleba.

Kerja keras masyarakat itu, katanya, berhasil mengubah keadaan. Dua kendaraan umum (truk yang dimodifikasi jadi bus kayu), yakni Go Am Sigo dan satunya lagi, akhirnya dapat melintasi tempat itu dan mengangkut penumpang maupun barang untuk dijual di Lewoleba.

Hanya saja, lanjut Ibu Ana, mengingat penggusuran tanah longsor itu mengandalkan tenaga masyarakat, sehingga penanganannya tidak optimal. "Kami harap pemerintah bisa membantu agar transportasi menjadi.lebih lancar," ujarnya.

Hal senada diungkapkan ibu Lensiana Tuto. Dia menyebutkan, ketika ruas jalan itu tertimbun tanah longsor, warga sangat resah. Pasalnya mereka tak bisa menjual hasil kebun untuk mendapatkan uang. Padahal dari hasil kebun itulah warga bisa membiayai semua kebutuhan rumah tangga.

Awalnya warga berharap agar pemerintah bisa membantu mengatasi masalah tersebut. Namun harapan itu ibarat bertepuk sebelah tangan. Karena sampai dengan saat ini tak satu alat berat pun yang dikerahkan ke lokasi kejadian untuk menata ruas jalan itu agar lebih layak dari yang ada saat ini.

Apakah pemerintah desa sudah melaporkan peristiwa itu kepada pemerintah? Baik ibu Lensiana maupun ibu Ana mengatakan iya. Akan tetapi pemerintah dalam hal inu instansi teknis tak menanggapi hal tersebut.

"Pemerintah desa sudah lapor ke kabupaten tetapi tak ada tanggapan sama sekali. Kami harap pemerintah yang lebih tinggi tidak menutup mata atas kejadian ini," ujarnya.

Jikalau saat ini, lanjut dia, pemerintah masih sibuk urus kerusakan di tempat lain, maka jangan lupa juga menangani masalah tanah longsor di Tebelwolo, lokasi antara Desa Ile Kerbau dan Desa Doripewut di Kecamatan Atadei. Bila masalah itu tidak ditangani saat ini, maka besar kemungkinan akan terjadi pada hari-hari mendatang.

"Untuk itu kami harap pemerintah serius menangani hal ini," ujar Lensiana dibenarkan Ana Fransiska. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved