Badan Otorita Harus Jelaskan Apa Fungsi dan Peran Mereka

petinggi di Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Labuan Bajo Flores, harus menjelaskan kepada masyarakat tentang apa fungsi dan peran mereka.

Badan Otorita Harus Jelaskan Apa Fungsi dan Peran Mereka
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS
Salah satu pemandangan di Labuan Bajo. 

Laporan Reporter POS--KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS--KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Para petinggi di Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Labuan Bajo Flores, harus menjelaskan kepada masyarakat tentang apa fungsi dan peran mereka.

Pasalnya lembaga itu hadir di Labuan Bajo tanpa diketahui terlebih dahulu oleh masyarakat apa tujuannya.

"Harus jelaskan ke masyarakat, termasuk bagaimana hubungan mereka dengan pemerintah daerah serta pemerintah pusat. Supaya kita tahu apakah ada misi pribadi ataukah misi atas nama daerah. Bagaimana aset mereka misalnya dalam bentuk tanah yang katanya sudah ada," kata salah satu rohaniawan Katolik di Labuan Bajo Marsel Agot, kepada POS--KUPANG.COM, Rabu (23/1/2019).

Menurut dia, saat ini banyak orang yang membutuhkan penjelasan terkait kehadiran badan otorita tersebut.

Cuaca tak Bersahabat, ASDP Kupang Batalkan Penyeberangan Kapal Feri Kupang-Sabu

"Apakah badan itu semacam mediator antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. Jangan sampai badan otorita jalan lain, pemerintah daerah jalan lain," kata Marsel yang juga seorang aktivis lingkungan hidup ini.

Khusus terkait informasi ratusan hektar lahan yang sudah disiapkan untuk badan tersebut, Marsel mengingatkan agar perlu dijelaskan untuk apa lahan seluas itu.

"Ini semua tidak pernah disampaikan ke masyarakat, termasuk soal lahan itu. Ini yang masih tanda tanya," kata Marsel.

Sebelumnya pelaku pariwisata, yakni Scuba School Internasional (SSI) Dive Master Instructor Labuan Bajo, Stanislaus Stan, menuturkan hal senada.

"Badan otorita ini memang awalnya ditolak tetapi akhirnya dapat diterima. Tentu kita berharap akses ke dalam badan itu untuk masyarakat harus terbuka. Informasi harus terbuka dan transparan. Jangan sampai hanya mengakomodir kepentingan investor," kata Stanis, Selasa (15/1/2019).

Dia mengingatkan badan itu bahwa masyarakat luas di Labuan Bajo termasuk para pengusaha lokal juga harus dilayani secara serius.

"Jangan sampai badan itu seperti keterwakilan dari kaum kapitalis saja," kata Stanis.
Sementara itu badan otorita tersebut belum jelas kantornya di Labuan Bajo dan belum diketahui kapan mulai beraktivitas.

"Kami belum tahu kapan badan otorita pengelola kawasan pariwisata Labuan Bajo, Flores mulai aktiv bekerja," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Mabar Agustinus Rinus, saat ditanyai wartawan Hari Kamis (17/1/2019).(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved