Berita Kota Kupang
Natal Bersama Polda NTT, Kapolda : Agama Jangan Jadi Alat Menyerang
Foto bersama dalam acara Natal Bersama Polda NTT yang dilaksanakan di Grand Mutiara Kupang pada Kamis (17/1/2019)
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kapolda NTT Irjen Pol Drs Raja Erizman berpesan agar agama tidak dijadikan sebagai alat menyerang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai provinsi dengan mayoritas pemeluk Kristiani, damai natal harus senantiasa menjadi inspirasi dalam kehidupan bersama.
Pesan damai ini disampaikan Kapolda NTT di hadapan seribu anggota Polda NTT dan tamu undangan saat acara Natal Bersama Keluarga Polda NTT yang dilangsungkan di Grand Mutiara Kupang pada Kamis (17/1/2019) siang.
Dalam acara natal bersama yang dihadiri Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang Pr, Wakil Sekretaris Sinode GMIT Pdt Inche Ay-Touselak S.Th, perwakilan Forkompinda NTT, Wakil Walikota Kupang Dr Herman Man dan undangan itu, Raja Erizman menyebut bahwa Natal merupakan suatu kabar dan berita sukacita yang dinantikan umat kristiani.
“Perayaan Natal ini merupakan berita sukacita yang dinanti semua umat kristiani sekaligus menjadi ungkapan syukur atas kelahiran Yesus sang juru selamat yang membawa damai,” ujarnya
Hikmat Natal, lanjut Kapolda Raja Erizman diharapkan dapat menjadikan anggota Polri lebih profesional, modern dan terpercaya.
• Kai EXO Sempat Utarakan Wanita Idamannya, Lihat Cara Dia Menatap Jennie BLACKPINK
• BMKG: 6 Daerah Bakal Diterjang Gelombang Tinggi Sebagai Dampak Fenomena Supermoon
Diharapkan anggota Polri yang beragama Kristiani untuk menjadi lebih bijaksana dalam berperilaku dan melaksanakan tugas sebagai polisi, memberi rasa keadilan dalam melayani masyarakat
terutama bagi yang menghadapi masalah hukum dengan empati dan menghindari diskriminasi,” pesannya.
Ia juga mengharapkan agar dalam tugas kepolisian, anggota polisi dapat menempatkan masyarakat sebagai mitra yang setara dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.
Terkait fenomena konflik berlatar belakang agama yang terjadi belakangan, Kapolda berpesan agar agama tidak dijadikan “alat menyerang” dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
“Belakangan kita mendengar konflik sosial yang dilatari masalah agama. Agama dijadikan alat menyerang. Sebagai orang beriman dan penegak hukum, anggota Polda NTT harus mampu menjadi perekat kemajemukan dalam masyarakat yang heterogen. Sehingga saya harapkan Polda NTT berani menjadi pelopor kesatuan dan persatuan bangsa dan hidup dalam tingkat kemajemukan komponen bangsa,” papanya.
• Ramalan Zodiak Hari Ini, Sabtu 19 Januari 2019, Aries Merasa Sangat Seksi dan Ingin Bertemu Si Dia
• Kabar Kasus Prostitusi Online Masuk Babak Baru, Polda Jatim Panggil Sejumlah Artis
• JADWAL LIGA INGGRIS: Liverpool vs Crystal Palace, Arsenal vs Chelsea, Man Utd vs Brighton
Kapolda menyampaikan terima kasih kepada uskup agung Kupang, Ketua sinode GMIT, dan semua peserta yang hadir sekaligus memberi ucapan salam dan selamat natal untuk semua anggota Polda NTT.
Perayaan Natal Bersama Polda NTT tahun 2018 ini mengangkat tema Yesus Kristus Hikmat Bagi kita dengan sub tema Hikmat Natal Menjadikan Polri Profesional, Modern dan Terpercaya.
Dalam ibadah Natal yang dimulai pada pukul 09.00 Wita ini, Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang Pr memberi renungan Natal untuk keluarga besar Polda NTT. Sedangkan doa pembukaan dan syafaat dibawakan oleh Wakil Sekretaris Majelis Sinode GMIT Pdt Inche Ay-Touselak S.Th.
Ibadah juga menampilkan pujian dari PS Vocalista Sonora Polres Kupang Kota, PS Vocalista Kmanek Gereja Maria Asumpta dan PS Yeire Voice Oikumene GMIT Kupang. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kapolda-ntt-saat-memberi-sambutan.jpg)