Berita Labuan Bajo Terkini

Akibat Gempa Bumi Tiga Pintu Kaca Terminal Pelabuhan Labuan Bajo Pecah! 4 Orang Terluka

Empat orang mengalami luka ringan terkena pecahan kaca dan sudah ditangani secara medis.Pintu kaca pecah karena ditabrak oleh penumpang yang panik

Akibat Gempa Bumi Tiga Pintu Kaca Terminal Pelabuhan Labuan Bajo Pecah! 4 Orang Terluka
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS.
Pintu kaca ruang tunggu terminal Pelabuhan Labuan Bajo pecah saat gempa bumi akibat penumpang yang menunggu kapal panik. 

Laporan Reporter POS--KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS--KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Akibat gempa bumi yang terasa di Labuan Bajo, tiga buah pintu kaca di ruang tunggu terminal Pelabuhan Labuan Bajo pecah berantakan, Kamis (10/1/2019) pagi saat gempa terjadi.

Empat orang mengalami luka ringan terkena pecahan kaca dan sudah ditangani secara medis.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Labuan Bajo Iwan Sumantri, menyampaikan bahwa pintu kaca itu pecah karena penumpang panik.

"Pecah karena ditabrak oleh penumpang yang panik," kata Iwan.

Informasi yang diperoleh POS--KUPANG.COM di pelabuhan, saat gempa pagi hari itu sekitar jam 03.00 Wita, sejumlah penumpang kapal yang hendak ke Makassar sedang berada di dalamnya, menunggu kedatangan kapal. Dari antara penumpang itu kebanyakan sudah tidur nyenyak.

Para penumpang tersebut serentak bangun dan panik lalu huru hara berhamburan lari ke luar ruangan tunggu itu.

Mereka memecahkan pintu kaca saat bersesak-desakan ke luar. Tiga pintu kaca yang pecah itu berada di bagian timur, barat dan selatan.

Pecahan kaca pintu itu sudah dibersihkan oleh petugas pelabuhan setelah gempa terjadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, informasi yang diperoleh POS--KUPANG.COM Kamis pagi, gempa tektonik itu bersumber di wilayah Kabupaten Sumba Tengah.
Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=5,2 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,0.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 9,63 LS dan 119,91 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 34 km arah timur 38 km arah barat Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Propinsi Nusa Tenggara Timur pada kedalaman 79 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.

Saat Kepergok, Mahasiswi ini Menantang Oknum Dosen, Memilih Dia atau Istrinya?

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Kabupaten Sumba Tengah ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar turun (normal fault).
Guncangan gempa bumi tersebut dilaporkan terasa juga di Waingapu, Bima dalam skala intensitas III MMI.

Ditemukan di Mikrolet ! Polres TTU Tahan 395 Liter BBM Tak Berizin

Untuk di Manggarai Barat dengan intensitas II-III MMI.
Belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.
Hingga pukul 02.20 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.(*)


Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved