Berita Kabupaten Ende Terkini

Kota Ende Alami Kekurangan Air 25 Liter Per Detik

Kota Ende saat ini mengalami kekurangan air sebanyak 25 liter per detik karena produksi air PDAM Ende sebanyak 105 liter per detik.

Kota Ende Alami Kekurangan Air 25 Liter Per Detik
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Dirut PDAM Ende, Soedarsono 

POS-KUPANG.COM | ENDE - Kota Ende saat ini mengalami kekurangan air sebanyak 25 liter per detik karena produksi air yang ada melalui PDAM Ende adalah sebanyak 105 liter perdetik sedangkan kebutuhan air di kalangan masyarakat sebanyak 129 liter per detik.

Dirut PDAM Ende, Soedarsono mengatakan hal itu kepada POS-KUPANG.COM, Senin (7/1/2019) ketika dikonfirmasi tentang tingkat ketersediaan air bagi warga di Kota Ende yang disediakan oleh PDAM Ende.

Soedarsono mengatakan melihat produksi air yang ada jika dibandingkan dengan tingkat kebutuhan maka terjadi minus sebanyak 25 liter per detik.

Terlibat Kasus Korupsi, 14 ASN di Lingkup Pemkab Ende Dipecat

Dikatakan pihaknya memang kerap mendapatakan keluhan dari warga soal kekurang air yang ada namun pihaknya belum bisa berbuat banyak karena memang kondisi air yang ada kenyataannya memang demikian.

"Air adalah produksi alami yang hanya akan bisa ditambah dengan cara membuat jebakan hujan di hulu atau sumber mata air sehingga produksi airnya bisa bertambah untuk memenuhi kebutuhan bagi masyarakat," kata Soedarsono.

Kesal Pemkab TTS tak Bayar Hutang, Robert Bawa ke Ranah Hukum, Ini Tanggapan Marthen Selan

Soedarsono mengatakan langkah yang ditempuh oleh PDAM Ende untuk mengatasi produksi air yang ada sehingga warga Kota Ende bisa menikmati air adalah untuk sementra menghentikan permintaan langgaan pasang baru karena apabila dipaksakan dilakukan pemasangan baru maka dapat dipastikan krisis air akan semakin memuncak.

Selain itu PDAM Ende saat ini tengah memasang WTP atau unit pengolahan air yang baru dari arah Kali Wolowona untuk dipasok ke PDAM Ende. Diharapkan dengan WTP tersebut maka kekurangan air yang ada bisa teratasi serta pelaksanaan pemasangan langganan yang baru bisa dilayani.

Hal lain adalah mengurangi jatah pasokan air ke rumah warga yang biasanya satu minggu tiga kali berkurang menjadi satu minggu dua kali.

"Saat ini jumlah pelanggan PDAM Ende sebanyak 13 ribu maka untuk sementara proses pemasangan baru belum bisa dilayani karena kita masih kekurangan atau devisit air sebanyak 25 liter per detik," kata Soedarsono.

Soedarsono mengatakan saat ini produksi air baku bagi PDAM Ende masing-masing berasal dari WTP satu sebanyak 46 liter perdetik dan WTP 2 sebanyak 30 liter perdetik dan Aekipa sebanya 17 liter pedetik serta Aepana sebanyak 15 liter perdetik dan juga Kali Wolowona.

Menurut Soedarsono produksi air yang ada di PDAM Ende sangatlah minim jika dibandingkan dengan produksi air di daerah lain seperti di Kabupaten Manggarai maupun Ngada yang bisa mencapai ribuan liter per detik.

Terhadap kekurangan air yang ada jelas Soedarsono sebagai intansi yang dipercaya mengelola air bagi masyarakat Kabupaten Ende pihaknya berusaha sesuai dengan kemampuan yang ada agar bagaimanapun kebutuhan air bagi masyarakat tetap bisa terpenuhi. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved