Berita Kota Kupang

Trend Penderita DBD Terus Menurun

dr Ari menyarankan agar masyarakat fokus pada 3 M plus. Plus yang dimaksud adalah penggunaan obat nyamuk.

Trend Penderita DBD Terus Menurun
POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr Ari Wijana 

POS-KUPANG. COM | KUPANG -- Sepanjang tahun 2018 dari Januari hingga Desember telah tercatat terjadi 214 kasus dengan empat orang meninggal karena penyakit DBD. Posisi terakhir yang meninggal pada 22 Desember di Lasiana.

Kepala Dinas Kesehatan kota Kupang, dr Ari Wijana, kepada POS-KUPANG. COM, Jumat (4/1/2019), mengatakan, kegiatan di lapangan terus dilakukan seperti penyeledikan epidemiologi dan fogging di Lasiana. Kemudian akan ada beberapa titik untuk difogging, termaksud bekerja sama dengan beberapa stakeholder yang mengnginkan fogging. Mereka menyiapkan bahan, kemudian dibantu dengan alat dan tenaga.

dr Ari menyarankan agar masyarakat fokus pada 3 M plus. Plus yang dimaksud adalah penggunaan obat nyamuk.

"Apapun obat nyamuknya kembalikan ke masyarakat. Ada yang senang obat nyamuk bakar, oles dan semprot. Kalau memakai oles itu berarti menghindar dari gigitan nyamuk. Tapi kalau semprot dan bakar bisa membunuh nyamuk dewasa yang hampir sama dengan fogging," tuturnya.

dr Ari menjelaskan DBD adalah penyakit yang ditularkan melalui vektor. Berarti ada manusia dan nyamuk. Manusia diobati dan nyamuknya harus dikendalikan. Hampir sama dengan malaria.

222 Peserta Lolos Testing CPNS di Manggarai

BKPPD Mabar Sedang Menyiapkan Pengumuman Kelulusan CPNS

44 Kuota CPNSD Kabupaten TTS Tidak Terisi

Sedangkan untuk abate sudah siap untuk didistribusikan ke seluruh Puskesmas. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan secara gratis. Karena abate dengan nilai Rp 200 juta sudah tiba sejak Oktober tahun lalu.

"Silahkan datang ke Puskesmas dan Pustu untuk memperoleh abate. Kami juga memonitor yang jual abate masuk keluar rumah. Tapi kami tidak bisa menjamin itu betul abate atau tidak. Mrmang secara rutin Puskesmas juga secara rutin melakukan abatesasi satu tahun dua kali. Tapi alangkah baiknya pada musim begini masyarakat juga hadir untuk mencegah," tuturnya.

Angka kasus DBD dan kematian tahun 2018 dibanding 2017 mengalami penurunan. Sejak 2011 kasus DBD turunnya drastis karena Dinas Kesehatan terus mendukung Jumat bersih, Kupang Green and Clean, inilah hal-hal yang menghambat perkembangan fektor. Bila fektor bisa dikendalikan maka jumlah pasien akan sedikit. (Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved