Berita Kabupaten Nagekeo Terkini

Pjs Sekda Nagekeo Sebut SK Pemecatan ASN Belum Tanda Tangan

Pjs Sekda Nagekeo menyebutkan surat keputusan (SK) pemecatan ASN belum ditanda tangani bupati

Pjs Sekda Nagekeo Sebut SK Pemecatan ASN Belum Tanda Tangan
POS KUPANG.COM/GORDY DONAFAN
Pjs Sekda Nagekeo, Bernad Fansiena 

Pjs Sekda Nagekeo menyebutkan surat keputusan (SK) pemecatan ASN belum ditanda tangani bupati

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Penjabat Sekretaris Daerah Nagekeo, Bernad Fansiena, mengatakan, surat dari Pengadilan terkait ASN yang terlibat kasus korupsi (berkekuatan hukum tetap) sudah didisposisikan ke BK-Diklat Nagekeo.

Ia mengatakan ada beberapa ASN Nagekeo yang akan dipecat karena terlibat kasus korupsi berdasarkan keputusan pengadilan.

"Saya sudah disposisikan surat dari Pengadilan. Perkembangannya saya belum tahu. Karena masih libur," ujar Bernad, saat dihubungi POS KUPANG.COM, Sabtu (29/12/2018).

Ternyata YA Pembakar Kios Saharudin di Jalan Nong Meak

Ia tidak menyebutkan jumlah secara detail ASN korupsi yang akan dipecat. "Saya lupa jumlahnya berapa, tapi memang ada. Tidak sampai belasan orang. Hanya beberapa saja," ujarnya.

Ia mengaku Bupati Nagekeo, dr. Johanes Don Bosco Do juga belum menandatangani SK pemecatan ASN yang terlibat kasus korupsi karena masih libur dan beberapa minggu ini dalam proses transisi kepemimpinan di Nagekeo.

Keluarga Manggarai-Malaka Natal Bersama di Obyek Wisata Motadikin

"Mungkin juga beliu belum tanda tangan (SK pemecatan ASN yang terlibat korupsi), karena masih libur dan memang kita beberapa minggu ini masih dalam proses transisi dari Bupati lama ke yang baru sehingga belum," ujarnya.

Ia mengatakan SK akan ditandatangani setelah pergantian tahun dan setelah liburan. "Minggu depan setelah masuk baru ditanda-tangan. Inikan masih libur," ujarnya.

Bernad Fansiena, menyebutkan, ASN yang terlibat kasus korupsi adalah musibah. Ia menyebutkan ASN yang sudah dipecat karena terlibat kasus korupsi itu sudah berkeluatan hukum tetap, sehingga diberhentikan dari statusnya sebagai ASN.

"ASN yang terkena kasus itu bagaimanapun kehilangan mata pencaharian sebagai seorang PNS. Apalagi kalau misalkan istrinya tidak kerja, tentu itu sebagai musibah yang bersangkutan," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved