Berita Kabupaten Nagekeo Terkini
Harga Sembako Melonjak ! Telur di Mbay-Nagekeo Rp 300 Ribu per Ikat
Harga telur misalnya, saat ini perikat mencapai 300.000 rupiah. Padahal sebelumnya hanya 270.000 perikat.
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan
POS-KUPANG.COM | MBAY -- Harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) di Kota Mbay mengalami kenaikan.
Harga telur misalnya, saat ini perikat mencapai 300.000 rupiah. Padahal sebelumnya hanya 270.000 perikat.
Selain telur, bahan pangan yang harga naik adalah bawang. Harga bawang merah sebelumnya hanya 15.000 rupiah saat ini sudah mencapai 25.000 rupiah per kilogram.
Beberapa pedagang yang ditemui POS KUPANG.COM, di Pasar Danga Kota Mbay Kabupaten Nagekeo, mengaku harga Sembako mengalami kenaikan sejak dua minggu yang lalu.
Harga naik menurut mereka menjelang perayaan Natal dan tahun baru karena banyak permintaan dari masyarakat. Dan harga Sembako yang naik juga dari distributor Sembako.
Sumarni (37) penjual asal dari Bima mengaku harga telur akhir November 2018 berkisar antara 270.000 hingga 280.000 rupiah per ikat. Tapi awal Desember sudah mencapai 300.000 rupiah per ikat.
• Akibat Lakalantas di Sumba Timur ! 79 Orang Meninggal Dunia
"Harga telur naik dua minggu lalu. Harga telur satu ikat itu sekarang sudah 300.000 rupiah pak," ujar Sumarni, kepada POS KUPANG.COM, Senin (17/12/2018).
Ia mengatakan dalam satu ikat ada 6 papan isinya ada 50 butir telur.
"Sebelumnya jual 5.000 tiga butir tapi karena sudah naik sekarang sudah 5.000 hanya dua butir saja," ujarnya.
Ia juga mengatakan kalau harga beras masih stabil 10.000/Kg paling tinggi 12.000 per/kg.
Harga tomat sebelumnya 10.000/Kg dan sekarang sudah mencapai 15.000/ kg. Harga bawang saat ini sudah 20.000 hingga 25.000 per kilo gram.
"Bawang per kilo gram sebelumnya 15.000 tapi sekarang 20.000/Kg. Kalau gula masih tetap perkg15.000 rupiah. Harga cabe naik sekali sebelumnya 20.000/kg dan sekarang 30.000 hingga 35.000/kg," ujarnya.
Ia mengatakan meskipun mahal warga tetap membeli barang dagangannya.
"Ada yang beli dan ada yang tidak karena memang mahal. Kami belinya juga mahal dimereka (distributor)," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pedagang-di-mbay.jpg)