Jumat, 10 April 2026

Berita Kesehatan

Wow! RSCB Kupang Terapkan Green Hospital, Ini Yang Dilakukan

Kebijakan Green Hospital merupakan jawaban pergeseran tuntutan kebutuhan mutu pelayanan rumah sakit bagi masyarakat.

Penulis: Apolonia M Dhiu | Editor: Apolonia Matilde
Apolonia M Dhiu
Green Hospital 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Apolonia Matilde Dhiu

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Tuntutan kebutuhan pelayanan dari pelanggan rumah sakit telah bergeser ke arah pelayanan paripurna dengan berbasis kenyamanan dan keamanan lingkungan rumah sakit.

Oleh karena itu, rumah sakit hendaknya mampu memberi perlindungan dan kenyamanan bagi pasien dan pengunjung lainnya untuk memenuhi unsur kenyamanan ekologis sebagai pertimbangan pasien dalam pemilihan rumah sakit.

Kebijakan Green Hospital merupakan jawaban pergeseran tuntutan kebutuhan mutu pelayanan rumah sakit bagi masyarakat.

Near Mengaku Tidak Nyenyak Dapat Penghargaan Google

Di Propinsi NTT, satu-satunya rumah sakit yang sudah menerapkan Green Hospital adalah Rumah Sakit Katolik St. Carolus Borromeus (RSCB) Kupang.

Direktur RSCB Kupang, dr. Herly Soedarmadji, kepada POS- KUPANG.COM, di ruang kerjanya, Jumat (14/12/2018), mengatakan, RSCB Kupang, ingin menciptakan suasana lingkungan yang nyaman bagi pasien.

Di samping itu, kata dr. Herly, pihaknya tetap menyadari usia rumah skait yang baru enam tahun, masih banyak hal yang perlu dibenahi seperti sarana dan prasarana dan lingkungan sekitar.

Australia Bentuk KPK Tingkat Federal, Praktisi Hukum: Tidak Bergigi dan Tanpa Kewenangan

Tetapi, kata dr. Herly, dari manajemen sendiri berpikir, kalau tidak memulai saat ini, semakin hari kebutuhan masyarakat semakin meningkat dan bervariasi.

"Harapan masyarakat tentang bagaimana sih, kondisi rumah sakit yang nyaman sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Sehingga, kami mulai tahun 2018 ini, walau untuk konsep Green Hospital yang sempurna belum bisa, tetapi kami sudah memulai," kata dr. Herly.

Menurut dr. Herly, hal-hal sederhana yang dilakukan misalnya bagaimana penghijauan di sekitar rumah sakit, seperti penanaman pohon naungan, taman bunga, kebersihan.

"Kita ketahui rumah sakit Katolik dimana-mana harus bersih dan nyaman. Kalau sudah bersih pasti nyamannya sudah dapat di situ, karena berhubungan erat. Selain itu, efisiensi air, listrik, dan pengolahan limbah terutama pengolahan limbah medis, yakni pemilahan sampah di rumah sakit, sampah dari dapur, maupun sampah medis," katanya.

Komet Natal, Hujan Meteor Menerangi Langit Australia pada Jumat Malam

Menurutnya, hal-hal inilah merupakan sebuah tuntutan di rumah sakit, dan menjadikan rumah sakit sebagai tempat yang aman, aman bagi orang yang bekerja di rumah sakit, aman bagi pasien, dan aman bagi pengunjung.

Dikatakannya, penerapan Green Hospital di RSCB Kupang dilakukan tahun 2018. Bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional, Kementrian Kesehatan RI melakukan Lomba Green Hospital dan RSCB Kupang mengikuti ajang tersebut dan mendapatkan Penghargaan dari Kementrian Kesehatan RI sebagai salah satu rumah sakit Green Hospital di wilayah NTT.

"Hal ini selaras dengan program pemerintah Propinsi NTT yakni Revolusi Hijau. Harapan pemerintah ini kami jawab melalui pelayanan yang baik di rumah sakit ini," katanya.

SMPS Kartini Mataloko Gelar English Night. Yuk Intip!

Ke depan, kata dr. Herly, banyak tantangan yang harus dilakukan. Yang paling berat adalah bagaimana membangun sebuah budaya green. Ini pekerjaan sulit, karena membangun sebuah budaya tidak bisa satu dua hari.

"Saya selalu mengingatkan staf di RSCB Kupang untuk memulai sekarang. Karena, jika green hospital di rumah sakit bisa diwujudkan sangat membantu proses penyembuhan pasien," katanya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved