Berita Ekonomi Bisnis
PLN NTT Terapkan Budaya Beat Plastik Pollution Dengan Menggunakan Tumbler
PLN UIW NTT tidak lagi menggunakan air minum dalam kemasan plastik tapi menggunakan tumbler dengan adanya deklarasi Budaya Beat Plastik Pollution
Penulis: Hermina Pello | Editor: Hermina Pello
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Hermina Pello
POS-KUPANG.COM | KUPANG- PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT dalam lingkungan kerjanya tidak lagi menggunakan botol plastik atau air kemasan di dalam plastik tapi dengan menggunakan tumbler atau botol minum
PLN Unit Induk Wilayah(UIW) NTT memerangi sampah plastic dengan deklarasi budaya 'Beat Plastic Pollution'.
Kegiatan ini dilaksanakan di Halaman Parkir Kantor PLN UIW NTT, Jumat (14/12/2018)
• SKB Sesi Tiga Hari Pertama di Manggarai Barat! Ini Tiga Peserta yang Dapat Nilai Tertinggi
General Manajer PT PLN UIW NTT, Chrisyono pada acara deklarasi mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan acuan bagi kantor pusat dan unit PLN Group dalam menerapkan prinsip 3R ( reduce, reuse, recycle) di lingkungan PLN Group menerapkan pengelolaan sampah dari sumbernya melalui tahapan pengurangan dan penanganan sampah

Kemudian mengedukasi pegawai PLN Group untuk memilah sampahnya mulai dari sumbernya, mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA oleh pengangkutan dari Dinas kebersihan dan mengurangi biaya pengelolaan sampah domestik.
• Ende Tuan Rumah Pra PON Sepakbola Tahun 2019
"Hari ini PLN melaunching kegiatan pengendalian plastik sebagai upaya kepedulian PLN terhadap lingkungan dan untuk menerapkan budaya pengurangan plastik dengan melakukan pengendalian terhadap pengelolaan dan penimbunan sampah guna mencegah terjadinya pencemaran lingkungan", kata Chrisyono.

Ia mengatakan, aktivitas lingkungan perkantoran tidak dapat dipisahkan dari kegiatan perkantoran dan konsumsi yang berdampak pada timbunan sampah.
"Apabila tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan masalah di lingkungan perkantoran. Penggunaan kebutuhan kegiatan perkantoran yang tidak dilakukan secara terencana, efisien dan tepat guna menyebabkan perkantoran menjadi salah satu kontributor penghasil sampah," ujarnya.
Perwakilan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (k3l) PLN Pusat, Ridho Hutomo mengungkapkan, permasalahan dan dampak sampah plastik bagi kehidupan manusia dan peraturan pemerintah RI PLN menyikapi hal itu dengan berupaya kita untuk mengurangi sampah plastik harus dilakukan.
"PLN bukan hanya menjalankan bisnis kelistrikan tapi juga menjalankan usaha yang ramah lingkungan dengan perilaku kita sehari-hari untuk membiasakan hidup dengan tidak bergantung pada plastik. To shape the world to be a better place," katanya.
Senior Manager SDMU, Galih Chrissetyo mengatakan, deklarasi tersebut menjadi bentuk komitmen PLN UIW NTT dalam mengurangi sampah plastik
"Kami sudah deklarasikan langkah pertama 1000 pegawai PLN NTT sudah menggunakan tumbler untuk mengurangi sampah plastik di setiap kantor PLN di NTT, Harapannya kita semua dapat mencintai bumi dengan produk-produk daur ulang dan semoga semua instansi di NTT kita dapat bergandengan tangan untuk memerangi sampah plastik,"ungkap Galih (*)