Berita Kabupaten TTU

Sang Ibu Yoneta Koko Ratapi Peti Jenazah Putra Tunggalnya Emanuel Bano

Yoneta menangis sejadi-jadinya ketika peti jenazah Emanuel yang merupakan anak laki-laki semata wayangnya itu memasuki rumahnya,

Sang Ibu Yoneta Koko Ratapi Peti Jenazah Putra Tunggalnya Emanuel Bano
POS KUPANG/THOMAS MBENU NULANGI
Yoneta Kono meratapi peti jenazah anaknya Emanuel Bano saat disemayamkan dirumah duka, Kampung Tunbakun, Sabtu (8/12/2018). 

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Yoneta Kono, ibunda dari Emanuel Bano, salah satu korban pembunuhan sadis yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, beberapa hari lalu tampak sedih.

Yoneta menangis sejadi-jadinya ketika peti jenazah Emanuel yang merupakan anak laki-laki semata wayangnya itu memasuki rumahnya, Sabtu (8/12/2018). Seolah tak mau ditinggal pergi oleh sang anak, Yoneta menagis sekeras-kerasnya.

Sesekali Yoneta terlihat meratapi peti jenazah anaknya Emanuel yang berwarna hitam itu. Ia meratapi dan memeluk erat peti jenazah Emanuel sambil menangis serta berbicara menggunakan bahasa daerah setempat.

IKTU dan pemuda Tunbakun melakukan penjemputan jenazah Emanuel di Bundaran Km 9, Sabtu (8/12/2018).
IKTU dan pemuda Tunbakun melakukan penjemputan jenazah Emanuel di Bundaran Km 9, Sabtu (8/12/2018). (POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI)

Yoneta terus menangis, seolah tak mau menerima kehilangan anak pertamannya yang diperlakukan dengan sangat keji itu oleh KKB Papua. Sesekali ia mengusap air mata lalu kemudia melanjutkan tangisannya sampai acara doa bersama dimulai.

Yoneta menangis tidak sendirian, sebab banyak sekali keluarga dan kerabat dekat anaknya Emanuel juga ikut menangis bersama dengannya. Mereka kemudian bersama-sama meratapi peti jenazah Emanuel.

Keluarga saat menjemput jenazah Emanuel Bano di Bandara El Tari Kupang, Sabtu (8/12/2018)
Keluarga saat menjemput jenazah Emanuel Bano di Bandara El Tari Kupang, Sabtu (8/12/2018) (POS-KUPANG.COM/HUMAS BANDARA EL TARI KUPANG)

Anak perempuan Yoneta, Ira Bano juga menangis ketika peti jenazah saudara kandungnya masuk kedalam ruangan persemayaman tersebut. Ia meratapi peti mati saudaranya, lalu menangis bersama dengan keluarga dan kerabat lainnya menangis.

Yoneta dan Ira Bano bersama keluarga dekat dan kerabat sudah tak lagi menangis ketika pembawa acara mengatakan doa bersama untuk mendoakan arwah Emanuel akan segera mulai. Setelah mendengar pengumuman itu, satu persatu mereka diam sesaat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved