Berita Kota Kupang

Hari Bakti PU - Tuntaskan Infrastruktur di NTT Dengan Cara Jual Jalan

Salah satu cara yang ditempuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dalam menuntaskan infrastruktur jalan di NTT dengasn cara 'menjual ' jalan'

Hari Bakti PU - Tuntaskan Infrastruktur di NTT Dengan Cara Jual Jalan
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Wagub NTT, Josef Nae Soi (tengah) memegang piagam penghargaan yang diserahkan Kadis PUPR NTT, Andre W Koreh pada acara Sarasehan Hari Bakti PU di Grand Mutiara, Kamis (29/11/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM|KUPANG -- Salah satu cara yang ditempuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dalam menuntaskan infrastruktur jalan di NTT dengasn cara 'menjual ' jalan kepada pihak ketiga atau perusahaan.

Perusahan yang dipilih tentu perusahan yang bonafit dan bertanggungjawab serta profesional.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi pada acara Sarasehan dalam rangka memperingati Hari Bakti ke -47 PU tingkat Provinsi ‎NTT di Grand Mutiara, Jalan Pasir Panjang Kota Kupang, Kamis (29/11/2018).
Acara ini juga dipadukan dengn Hari BPJS ‎ke-41 Tingkat NTT.

Sarasehan dengan tema Infrastruktur Dalam Nusa Tenggara Timur Bangkit Menuju Sejahtera dipandu oleh Kadis PUPR NTT, Ir. Ande W Koreh, MT. Sementaa narasumber, selain Wagub NTT, yakni Bupati Belu, Wily Lay, Kepala Bappeda NTT, Wayan Darmawa, Kepala Jamkrida NTT, Frengky Amalo, Ketua LPJK NTT, Paulus Tanggela, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kupang, Rita Damayati. Sedangkan panelis, Piet Djami Rebo, Rani Hendrikus, Fien Agoha Umpenawany, Dion DB Putra, Didi Kresnadi , Andi Hidayat Rizal dan Don Gaspar.‎

Menurut Josef, selama ini pembangunan jalan didanai oleh APBN dan APBD. Namun, ada juga terobosan lain seperti Pembiyaan Proyek Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) .

Gubernur NTT Viktor Percaya, Kapal Wisata ASDP Tidak Mengganggu Pasar Kapal Wisata Warga

Mayangsari Reaksi Pakai Emoji Setelah Pamer Foto dengan Bambang Trihatmodjo

"Salah satu yang bisa kami tempuh, yakni melalui jual jalan ke perusahaan atau disebut dengan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU)," kata Josef.

‎Dikatakan, dengan KPBU itu, pemerintah akan memiinta badan usaha untuk mengerjakan dahulu, kemudian baru dicicil. Bahkan dengan KPBU i‎ni dilakukan melalui investasi dan cicilan.

"Bisa dengan dua cara untuk cicil, yakni cicil dari APBD kita dalam jangka waktu tertentu. Atau pilihan lainnya dengan jual jalan, jalan ini menjadi aset perusahaan, atau kita menjaminkan jalan pada perusahaan dengan cicilannya berasal dari perhitungan penyusustan jalan dan bukan dari APBD," katanya.

Dikatakan, aset itu setiap tahun ada penyusutan dan pemerintah menyicil dari penyusutannya itu dan bukan dari APBD.

Halaman
123
Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved