Berita Kabupaten Lembata

Dinas PU Lembata Bersihkan Jalan Alternatif  Pasca Rusak Oprit Jembatan Waima

sejak banjir besar melanda kali Waima dan berakibat oprit di jembatan Waima jebol, pihaknya langsung memerintahkan stafnya menangani ruas jalan

Dinas PU Lembata Bersihkan Jalan Alternatif   Pasca  Rusak Oprit Jembatan Waima
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
BERSAMA BUPATI - Kadis PUPR Kabupaten Lembata, Paskalis Tapobali (kanan) saat bersama Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur (kiri) di Kali Waima, Kamis (29/11/2018) petang. 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPR) Kabupaten Lembata, NTT, telah membersihkan ruas jalan alternatif yang menghubungkan Loang-Lewoleba.

Ruas jalan yang ditata itu merupakan jalur lama, yakni Loang-Watokobu-Belame-Belang-Lewoleba.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas (Kadis) PUPR Kabupaten Lembata, Paskalis Tapobali, ketika dihubungi Pos Kupang.Com, melalui telepon selulernya (ponsel) Jumat (30/11/2018). ia dihubungi terkait kondisi jembatan Waima yang rusak gara-gara banjir besar, Senin (26/11/2018) lalu.

Bupati Stef Bria Tegas untuk Rakyat Tidak Ada Kata Mahal! Ini Maknanya

Wagub Nae Soi dan TPID NTT Sidak Pasar dan Gudang Distributor Sembako

Paskalis menyebutkan, sejak banjir besar melanda kali Waima dan berakibat oprit di jembatan Waima jebol, pihaknya langsung memerintahkan stafnya menangani ruas jalan Loang-Watokobu-Belame-Belang-Lewoleba. Jalan itu sebagai alternatif bila banjir meluap di kali tersebut.

Dulu, lanjut dia, ruas jalan tersebut merupakan satu-satunya jalan yang harus ditempuh masyarakat Nagawutun apabila hendak bepergian ke Lewoleba atau pun ke tempat lainnya. Tapi sejak dibuka ruas jalan yang melewati kali Waima beberapa tahun lalu, masyarakat lantas memilih jalur baru tersebut dengan meninggalkan ruas jalan yang lama.

Meski demikian, katanya, ruas jalan yang lama itu masih dalam keadaan baik. Hal itu terlihat setelah dilakukan pemeliharaan baru-baru ini. Hanya saja, waktu tempuh ke Lewoleba sedikit lebih lama, karena jalannya memutar ke arah pegunungan.

Selama ini, ungkap Paskalis, ruas jalan itu kerap dilalui oleh warga, terutama dari Lewoleba ke Boto-Puor atau desa-desa lainnya di bawah kaki Gunung Labalekan. Warga cenderung memilih Lewoleba-Waijarang-Loang-Watokobu-Boto-Puor, karena ruas jalannya lebih baik, daripada jalur Lewoleba-Belang-Watokobu-Boto-Puor dan seterusnya.

"Jalan alternatif ini sudah dibersihkan. Jadi kalau banjir besar terjadi di kali Waima, maka warga silahkan melewati jalan alternatif itu. Ini merupakan salah satu opsi bagi masyarakat. Karena pemerintah juga sedang berupaya mengatasi masalah jembatan Waima sesegera mungkin," ujarnya.

Ia tidak memastikan apakah perbaikan oprit itu akan berjalan lancar atau tidak. Karena saat ini hujan lebat selalu mengguyur Lembata. Hujan itu selalu menimbulkan banjir, apalagi hujan lebih banyak terjadi di wilayah pedalaman.

"Sebagai instansi teknis, kami bersama kontraktor berusaha optimal untuk mengatasi kerusakan oprit di jembatan Waima itu. Tapi kami juga tak bisa mencegah kalau banjir besar menerjang kali Waima," ujarnya.

Yang dilakukan saat ini, katanya, adalah membersihkan jalan alternatif, sehingga masyarakat tidak kesulitan saat bepergian selama musim hujan. "Menurut saya, ini yang paling penting untuk musim seperti ," tandasnya.

Bila memaksakan pembangunan oprit saat ini, kata Paskialis, merupakan langkah yang kurang tepat. Karena pekerjaan bangunan pada musim hujan seperti sekarang, berdampak buruk terhadap kualitas bangunan. Apalagi item yang dikerjakan adalah pembangunan oprit pada lokasi yang rawan banjir besar.

Untuk itu, katanya, ia meminta masyarakat untuk memahami keadaan tersebut dan tidak terjebak dalam isu yang menyesatkan. Sebab saat ini, pemerintah sedang bekerja optimal membangun pelbagai fasilitas untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved