Berita Kabupaten Nagekeo Terkini

BPBD Nagekeo Sudah Ada Peta Rawan Bencana, Tapi Ini Persoalan yang Dihadapi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo sudah memiliki peta rawan bencana

POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Kepala Pelaksana BPBD Nagekeo, Bernabas Lambar 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo sudah memiliki peta rawan bencana.

"Peta rawan bencana itu digunakan dalam rangka untuk mengetahui tempat dan kondisi suatu tempat yang sudah ditetapkan oleh BPBD untuk menghindar dari tempat-tempat rawan bencana dan harus antisipasi dengan bencana," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Nagekeo, Bernabas Lambar, kepada POS- KUPANG.COM, Rabu (28/11/2018).

Lambar menjelaskan penggunaan peta rawan bencana yang sudah didesain oleh BPBD Nagekeo masih terbatas.

Musim Hujan, Petugas Kebersihan Kota Lebih Intens Atasi Sampah

Banyak instansi dan masyarakat belum menggunakan dan mengetahui itu. Maka diharapkan setiap pertemuan SKPD agar mensosialisasikan hal itu kepada pimpinan OPD.

Tugas pimpinan OPD wajib memberikan sosial kepada staf dan digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan jika ada pembangunan fisik seperti jalan, drainase dan lainnya.

Dapat Tong Sampah dari PT Jasa Raharja, Begini Komentar Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore

"Memang sudah ada. Tapi masih sifatnya terbatas. Saat ini masih digunakan oleh BPBD saja. Saya belum tau kenapa dinas lainnya belum menggunakan itu sebagai dasar pertimbangan untuk pembangunan. Di Bappeda itu ada tentang tata ruang berbasis bencana itu dan itu memang ada," ujar Lambar.

Ia menjelaskan di masyarakat belum digunakan Peta rawan bencana sebagai pedoman untuk membangun sesuatu. Karena banyak masyarakat belum paham soal peta rawan bencana.

"Dimasyarakat membanguan rumah atau fasilitas umum tidak mengikuti ketentuan itu. Bahkan masih ada yang membangun tanpa IMB dan sangat menyalahi aturan.
Saya yakin mereka belum laksanakan. Kita akan sampaikan. kepada semua pimpinan SKPD," ujar Lambar.

Ia menyebutkan semua daerah di wilayah Nagekeo itu rawan bencana. Baik tanah longsor maupun banjir dan bencana lainnya. Di wilayah Kecamatan Aesesa yang mungkin agak tidak terlalu dirasakan. Sedangkan di enam wilayah lainnya itu menjadi tempat rawan bencana. Seperti tanah longsor dan banjir. Apalagi di daerah Nangaroro dan Mauponggo serta Keotengah.

Halaman
12
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved