Berita Kabupaten Sikka Terkini

Waspada! Politisi Bunglon di Sikka 

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, mengungkapkan fenomen politik di Sikka pasca kemenangan Paket Roma (Fransiskus Roberto Diogo-Rom

Penulis: Eugenius Moa | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO’A
Bupati   Sikka,  Fransiskus  Roberto   Diogo memberikan  sambutan  pada pembekalan  caleg kabupaten dan propinsi  di  Aula  St.Camilus,  Kota Maumere, Pulau  Flores,  Propinsi NTT, Selasa (20/11/2018). 

 Laporan Wartawan  Pos-kupang.com,  Eginius Mo’a

POS-KUPANG.COM,MAUMERE--- Bupati  Sikka, Fransiskus  Roberto     Diogo, mengungkapkan  fenomen  politik  di  Sikka pasca kemenangan   Paket Roma (Fransiskus  Roberto  Diogo-Romanus  Woga). Segelintir  politisi menjadi bunglon  rela menjual idiologi  partai.

“Kami ini  berjuang tidak punya modal.  Kami  hanya  jaga kebersamaan. Perilaku  kita dinilai oleh masyarakat. Jangan jadi bunglong,  ketika kita menjadi bunglon orang akan  tahu  kita,”  ujar  Roby  sapaan Fransiskus  Roberto    Diogo,   memberikan sambutan pembekalan   caleg kabupaten dan propinsi, Selasa   (10/11/2018) di  Aula  St.Kamilus,  Kota Maumere, Pulau  Flores, Propinsi NTT.

Baca: Kongres Nasional Pemuda Katolik ke-17 Akan Digelar di Kota Kupang

Baca: DPRD Nagekeo Sudah Tetapkan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

Roby mengatakan,  yang harus dijual  caleg  adalah idiologi  partai. Begitu  juga setelah  menang  jangan lupa dengan janji-janji, jangan sampai yang diomong lain dengan  yang dibuat.

Ia  mengatakan, perjuangan    menjadi  caleg berbeda dengan  kepala daerah.  Caleg  memperjuangkan  partai, sehingga  tidak ada  istilah kalah,yang menang adalah partai.

“Jangan  saling sikut   tapi fokus dengan perjuangan.  Benturan  akan terjadi ketika  ketemu di lapangan.  Ini  yang sedang terjadi.  Bisa kianati partai sendiri. Di lapangan pasti  terjadi  jika kita tidak  jujur,” wanti-wanti  Roby. 

Roby  mengaku mengandalka kejujuran ketika  turun  ke arena  politik  praktis 2008. Du kali gagal,  baru  pada  Pemilukada  2018  bersama  Romanus  Woga meraih  kemenangan  dari  jalur independen.

“Kalau mau berjuang harus kerja ekstra. Kita akan rasakan kepuasan menang satu hari setelah  kemenangan,” imbuh  Roby.

Pembekalan  caleg dihadiri Ketua  Bidang  Organisasi  DPP  Partai  Hanura, Andre  Garu,  Ketua  DPD  NTT,  Refafi Gah,   Wakil Sekretaris Bidang  Hukum DPP  Hanura, Petrus  Seletinus, Ketua  DCP  Hanura Sikka, Fabianus  Boli. Caleg  mengikuti  pembekalan  berasal  dari   Kabupaten Lembata,  Flores Timur,  Sikka,  Ende,  Nagekeo, dan Ngada.  *) 

 
 

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved