Berita Pesawat Lion Air Hilang

Lion Air Jatuh: 5 Fakta Terbaru Jatuhnya JT 610, Black Box Terdeteksi Hingga 56 Kantong Jenazah

Lion Air Jatuh: 5 Fakta Terbaru Jatuhnya JT 610, Black Box Terdeteksi Hingga 56 Kantong Jenazah

Editor: maria anitoda
ist
Lion Air Jatuh: 5 Fakta Terbaru Jatuhnya JT 610, Black Box Terdeteksi Hingga 56 Kantong Jenazah 

POS-KUPANG.COM -  Lion Air Jatuh: 5 Fakta Terbaru Jatuhnya JT 610, Black Box Terdeteksi Hingga 56 Kantong Jenazah

Tiga hari setelah kecelakaan pesawat Lion JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat, sinyal kotak hitam terdeteksi.

Dugaan penemuan badan pesawat Lion Air JT 610 sempat muncul.

Namun, setelah dicek ulang, ternyata hanya bangkai kapal karam.

 Sopir Pertamina yang Tewas Masih di Dalam Mobil Tangki

Laptop Sering Panas Berlebihan, Ikuti Tips Ini Agar Laptopmu Awet

Ketakutan Naik Pesawat Terbang, Mengapa Bisa Terjadi?

Berikut ini sejumlah fakta terbaru peristiwa kecelakaan Lion JT 610.

1. Sinyal kotak hitam pesawat Lion Air JT 610 terdeteksi

Petugas Basarnas melakukan patroli di lokasi kejadian jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Pantai Tanjung Pakis, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018).
Petugas Basarnas melakukan patroli di lokasi kejadian jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Pantai Tanjung Pakis, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018). ((KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG))

Petugas Basarnas melakukan patroli di lokasi kejadian jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Pantai Tanjung Pakis, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018).

Basarnas memastikan sinyal kotak hitam atau black box pesawat Lion Air JT 610 telah terdeteksi di Perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat.

Direktur Operasional Basarnas Nugroho Budi menyebutkan, titik lokasi sinyal sekitar 400 meter sebelah barat daya dari lokasi kejadian perkara (LKP).

"Lokasinya 400 meter ke sebelah barat daya LKP (lokasi kejadian perkara atau musibah)," ujar Nugroho, dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT) Soerjanto Tjahjono.

"Iya kira-kira seperti itu (sinyal kotak hitam telah terdeteksi)," ujar Soerjanto saat dimintai konfirmasi kepada Kompas.com dari Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Seperti diketahui, Kapal Riset (KR) Baruna Jaya milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menangkap sinyal kotak hitam ketika melakukan penyisiran pada hari Rabu (31/10/2018).

 2. Sinyal kotak hitam terdeteksi, pencarian terkendal arus deras

Anggota Basarnas bersiap melakukan proses evakuasi pesawat Lion Air JT 610 di Pantai Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018).
Anggota Basarnas bersiap melakukan proses evakuasi pesawat Lion Air JT 610 di Pantai Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018). ( (ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY))

Anggota Basarnas bersiap melakukan proses evakuasi pesawat Lion Air JT 610 di Pantai Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018).

Sinyal kotak hitam atau black box pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018), memang sudah terdeteksi.

Akan tetapi, barang paling dicari saat kecelakaan pesawat itu belum ditemukan.

Untuk mempercepat pencarian kotak hitam tersebut, tim sudah menurunkan Remotely Operated Vehicles (ROV). Namun, upaya ini terkendala arus.

"Tadi saya lihat sendiri kabelnya itu kebawa arus, untuk ROV nyangkut tadi.

Kesulitan seperti itu yang kami hadapi di lapangan," ujar Nugroho, di Kantor Basarnas, Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Koordinat sinyal kotak yang terdeteksi adalah koordinat sinyal black box yang tertangkap transponder USBL BJ I, berada pada koordinat S 05 48 48 .051 - E 107 07 37 .622 dan pada koordinat S 05 48 46.545 - E 107 07 38.393.

 3. Dikira badan pesawat, ternyata bangkai kapal

Personel TNI AL melakukan pencarian pesawat Lion Air JT610 dengan menggunakan KRI Sanca di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018).
Personel TNI AL melakukan pencarian pesawat Lion Air JT610 dengan menggunakan KRI Sanca di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018). ((ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A))

Personel TNI AL melakukan pencarian pesawat Lion Air JT610 dengan menggunakan KRI Sanca di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018).

Informasi adanya objek besar di dasar laut segera ditindak lanjuti oleh Tim SAR gabungan.

Dugaan sementara waktu itu objek besar tersebut adalah badan pesawat Lion Air JT 610.

"Awalnya menunjukan tanda-tanda (itu badan pesawat), tapi setelah dicek bangkai kapal," ujar Deputi Operasional Basarnas Nugroho Budi, di Kantor Basarnas, Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Kejadian serupa juga pernah terjadi saat proses penyisiran badan pesawat Lion Air JT 610. Namun, setelah dicek oleh tim penyelam, ternyata terumbu karang besar.

Lion Air Jatuh: Benarkah Gaji Pilot Lion Air Jatuh 3,7 Juta? Ini Kisaran Sebenarnya Gaji Para Pilot

Lion Air Jatuh : Bangkai Badan Pesawat Lion Air JT 610 Ditemukan, Begini Kondisinya

"Jadi (kami melakukan penyelaman) ada beberapa tempat itu tidak menunjukkan bagian dari bangkai pesawat," kata dia.

Sebelumnya, sebanyak 100 penyelaman dikerahkan di lima titik pencarian badan pesawat Lion Air JT 610.

 4. 56 Kantong jenazah telah tiba di RS Polri Jakarta

Petugas Basarnas mengangkat kantong jenasah yang berisi serpihan dan barang dari penumpang pesawat pascakecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Pantai Tanjung Pakis, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018)
Petugas Basarnas mengangkat kantong jenasah yang berisi serpihan dan barang dari penumpang pesawat pascakecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Pantai Tanjung Pakis, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018) (.(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG))

Petugas Basarnas mengangkat kantong jenasah yang berisi serpihan dan barang dari penumpang pesawat pascakecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Pantai Tanjung Pakis, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018).

Hingga Rabu (31/10/2018) malam, 56 kantong jenazah korban jatuhnya Lion Air JT 610 telah tiba di Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.

"Yang tiba terakhir dua kantong, jadi totalnya sudah 56 hingga malam ini," ujar Kapolsek Kramatjati, Kompol Nurdin A Rahman kepada wartawan.

Selain kantong jenazah, saat ini sudah ada delapan kantong properti yang berisi barang para korban.

Selanjutnya, kantong-kantong tersebut langsung dimasukkan ke dalam ruang instalasi forensik.

5. 147 keluarga korban sudah melakukan pemeriksaan DNA

RS Polri Kramat Jati menyerahkan jenazah Jannatun Cintya Dewi, penumpang pesawat Lion Air JT 610, kepada pihak keluarga, Rabu (31/10/2018). Pewasat itu, dengan 181 penumpang dan 8 awak, jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin lalu.
RS Polri Kramat Jati menyerahkan jenazah Jannatun Cintya Dewi, penumpang pesawat Lion Air JT 610, kepada pihak keluarga, Rabu (31/10/2018). Pewasat itu, dengan 181 penumpang dan 8 awak, jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin lalu. ((KOMPAS.com/Ryana Aryadita))

RS Polri Kramat Jati menyerahkan jenazah Jannatun Cintya Dewi, penumpang pesawat Lion Air JT 610, kepada pihak keluarga, Rabu (31/10/2018).

Pewasat itu, dengan 181 penumpang dan 8 awak, jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin lalu.

Kepala Rumah Sakit Polri Kombes Pol Musyafak menyebut saat ini sudah ada 147 keluarga korban yang melakukan pemeriksaan DNA.

Sedangkan keluarga yang sudah menyerahkan data korban sejumlah 191.

"Dari 191, baru 147 yang diambil sampel DNA-nya. Jadi kurang 44 keluarga yang belum diambil sampel DNA," katanya di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (31/10/2018).

Musyafak meminta agar keluarga korban tersebut segera melengkapi data yang diminta oleh pihak RS Polri.

"Dan dimohon keluarga yang telah melapor dan belum lengkap data-data yang kami minta, diharapkan secepatnya untuk melengkapi, termasuk membawa atau mengajak orang tua korban atau putra, putri korban untuk diambil sampel DNA-nya," ucap Musyafak. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Fakta Baru Tragedi Lion Air JT 610, Sinyal Kotak Hitam hingga Bangkai Kapala

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved