Berita Kabupaten TTU

Kasihan! Angka Kematian Ibu di TTU Melonjak Drastis! Ini Persoalannya

-Angka kematian ibu di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pada tahun 2018 terus mengalami peningkatan. Jika pada tahun 2017, jumlah kematian ibu hanya

Kasihan! Angka Kematian Ibu di TTU Melonjak Drastis! Ini Persoalannya
POS KUPANG/TENI JENAHAS FOTO
PLt Direktur RSUD Kefamenanu, Robert Tjeuifin. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Angka kematian ibu di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pada tahun 2018 terus mengalami peningkatan. Jika pada tahun 2017, jumlah kematian ibu hanya sebanyak 2 kasus, maka pada tahun 2018 ini, jumlah kematian ibu meningkat menjadi 6 kasus.

Baca: Ini pemicu! Dana Rp 2 Miliar untuk Pengadaan Sapi di Manggarai Barat Belum Tuntas

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Robertus Tjeunfin kepada Pos Kupang saat ditemui Lantai Dua Kantor Bupati TTU pada, Kamis (1/11/2018).

Robert mengatakan, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, maka angka kematian langsung ibu di wilayah Kabupaten TTU pada tahun 2018 ini melonjak drastis dan naik menjadi 300 persen untuk periode sampai dengan September 2018.

"Angka kematian ibu, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, maka angka kejadiannya cukup tinggi. Tahun lalu kita dua kasus. Tahun ini, kematian langsung ibu melonjak menjadi enam. Naik menjadi 300 persen untuk periode september ini," ungkap Robert.

Sedangkan angka kematian anak di Kabupaten TTU, jelas Robert, mengalami penurunan pada tahun 2018 ini. Jika pada tahun 2017, jumlah kematian anak sebanyak 82 kasus, maka pada tahun 2018 ini, jumlah kematian anak di TTU mengalami penurunan menjadi 62 kasus.

"Kalau tahun lalu, jumlah kematian anak di Kabupaten TTU sebanyak 82 kasus dan, kita berada diurutan kedua, dan sekarang jumlahnya sebanyak 62. Dan ini memang masih banyak kasus kematian anak di TTU," jelasnya.

Diakui Robert, atas peningkatan kasus kematian ibu dan anak di Kabupaten TTU, pihaknya telah melakukan evaluasi dan monitoring. Monitorinh dan evaluasi dilakukan untuk dapat meningkatkan kinerja para dokter dan bidan.

"Kami juga memberikan pembinaan-pembinaan kepada tenaga kesehatan khususnya para dokter dan baidan-bidan di FKTP tingkat dasar, juga para dokter di rumah sakit sehingga dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," ungkapnya.

Selain itu, kata Robert, pihaknya akan segera memperbaiki sistem rujukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu sehingga penanganan terhadap pasien tidak terlambat yang berakibat fatal kepada para pasien itu sendiri. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved