Berita NTT

Dua Hari Operasi Zebra Turangga 2018! Satlantas Polres Kupang Kota Tindak 96 Pelanggar

sasaran penindakan lalu lintas yang terdiri dari pelanggaran tidak mengenakan helm standar, tindakan melawan arus, pengendara di bawah umur, pengendar

Dua Hari Operasi Zebra Turangga 2018! Satlantas Polres Kupang Kota Tindak 96 Pelanggar
POS KUPANG.COM/RYAN NONG
Kondisi Operasi Zebra Turangga di Jalan Frans Seda Kota Kupang pada Kamis (1/11/2018) siang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Dalam dua hari pelaksanaan Operasi Zebra Turangga 2018 di wilayah Kota Kupang, tercatat sebanyak 96 pelanggar lalu lintas telah terjaring dalam operasi yang dilaksanakan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Kupang Kota Polda NTT ini.

Hal ini diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Rocky Junasmi SIK kepada POS-KUPANG.COM pada Kamis (1/10/2018) siang di Mapolres Kupang Kota.

Rocky menjelaskan, jumlah pelanggar yang ditilang itu melanggar tujuh fokus dan sasaran penindakan lalu lintas yang terdiri dari pelanggaran tidak mengenakan helm standar, tindakan melawan arus, pengendara di bawah umur, pengendara yang mengkonsumsi miras, mngendara melebihi batas kecepatan, menggunakan gadget saat berkendara dan tidak menggunakan sabuk pengaman untuk kendaraan roda empat.

Baca: Aksi Penurunan APK! Ini Jawaban Bawaslu TTU terkait Pertanyaan Caleg

"Jadi sejak mulai operasi hingga kemarin, dalam dua hari kita menilang 96 pelanggar lalu lintas. Hari ini (Kamis,1/11/2018) belum terhitung karena masih berlangsung hingga sore nanti," ujar Rocky.

Rocky menjelaskan Operasi Zebra dilaksanakan secara nasional selama 14 hari terhitung dari 30 Oktober 2018 hingga 12 November 2018. Sebanyak 31 personil Satlantas Polres Kupang dilibatkan dalam operasi ini ditambah dengan gabungan istansi mitra seperti Dinas Perhubungan Kota Kupang.

Operasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas ini, lanjut Rocky menggunakan dua model penindakan yaitu stasioner dan hunting.

"Untuk operasi ini, kita menggunakan dua model penindakan, yaitu stasioner dan hunting. Kalau hanting itu, di setiap kegiatan strong point baik pagi, siang maupun malam, ada anggota yang melaksanakan mobile patroli. Dan untuk kegiatan stasioner ini, penindakan dilakukan tidak terpuptus hingga pukul 15.00 Wita di wilayah wilayah yang kita sudah tentukan," tambah Rocky.

Menurut Rocky, meski jumlah tindakan pelanggaran mencapai angka 96 pelanggar dalam dua hari namun ia mengakui kesadaran masyarakat Kota Kupang sudah meningkat.

"Bicara daerah rawan, kalau untuk Kota Kupang sudah mulai ada peningkatan kesadaran masyarakat. Kalau keseluruhan wilayahnya rata-rata sudah baik namum ada beberapa daerah pinggiran yang masih harus ditingkatkan lagi," ujarnya.

Oleh karena itu ia menghimbau masyarakat agar mematuhi aturan lalu lintas dan melengkapi diri sesuai dengan standar dan aturan berkendara, mulai kesiapan pribadi untuk berkendara, melengkapi komponen kendaraan, serta surat kendaraan. Selain itu, ia juga berpesan agar pengendara memperhatikan kondisi kendaraan, batas kecepatan, kondisi jalanan dan cuaca karena sudah memasuki muaim hujan.

"Kita harapakan masyarakat di Kota Kupang, baik ada operasi maupun tidak, masyarakat tentunya harus tetap mengikuti aturan lalu lintas, ini semata mata untuk keselamatan pribadi bersangkutan dan juga pengendara lain," pungkasnya. (*)

Kasat Lantas Polres Kupang Kota Iptu Rocky Junasmi SIK
Kasat Lantas Polres Kupang Kota Iptu Rocky Junasmi SIK (POS KUPANG.COM/RYAN NONG)



Penulis: Ryan Nong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved