Berita Manggarai Barat
Inspektorat Manggarai Barat Dinilai Belum Ada Prestasi! Ini Penilaian Dewan
DPRD Kabupaten Manggarai Barat menilai Inspektorat di daerah itu belum ada prestasi yang bisa diapresiasi.
Penulis: Servan Mammilianus | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS--KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus
POS--KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), menilai inspektorat di daerah itu belum ada prestasi yang bisa diapresiasi.
Ketua DPRD Mabar sekaligus Ketua Badan Anggaran (Banggar) Blasius Jeramun, mengatakan itu dalam rapat Banggar DPRD bersama pemerintah saat membahas anggaran induk tahun 2019 untuk Inspektorat Mabar.
Baca: Tes CPNS di Manggarai Timur! Ini Penjelasan Plt. Sekda
Rapat tersebut berlangsung di lantai dua Kantor DPRD Mabar, Selasa (30/10/2018).
"Saya tidak pernah dengar inspektorat tangani masalah air minum yang sedang dipulbaket oleh kejaksaan. Belum pernah saya dengar apa yang DPRD suarakan atau rekomendasikan di paripurna, lalu langsung ditangani inspektorat. Taidak ada hal yang bisa diapresiasi,"kata Blasius.
Dia menegaskan, banyak persoalan terkait pekerjaan jalan oleh kontraktor yang terindikasi masalah tetapi terkesan tidak diperhatikan oleh inspektorat.
"Terkait proyek pekerjaan jalan, kami ini seperti musuh kontraktor karena kami selalu omong. Inspektorat tidak pernah. Proyek-proyek dari dinas sulit mendapat rekomendasi buruk dari inspektorat, hanya perjalanan dinas saja. Ini tebang pilih," kata Blasius.
Blasius meminta kinerja dari inspektorat Mabar harus ditingkatkan.
Demikian juga yang disampaikan oleh anggota Banggar lain Fidelis Sukur yang juga Wakil Ketua DPRD.
"Ada begitu banyak masukan yang kami terima terkait inspektorat. Baik berkaitan dengan pemeriksaan dana dari APBD maupun dana desa. Jangan sampai perbuatan satu atau dua orang merusak satu lembaga inspektorat. Pemeriksaan dana desa di tahun-tahun politik, kadang-kadang ada ancaman dari petugas inspektorat kepada Kepala Desa. Kalau tidak dukung orang tertentu maka akan diperiksa nanti," kata Fidelis.
Hal itu kata dia, membuat Kepala Desa tidak tenang. Fidelis meminta Kepala Inspektorat untuk mengevaluasi semua petugasnya.
"Saya minta inspektorat lebih profesional. Kalau periksa, periksa yang benar. Jangan ada negosiasi lain," kata Fidelis.
Anggota Banggar lainnya Paulina Jenia, menyampaikan hal senada.
"Inspektorat ada temuan berkaitan dengan perjalanan dinas, sedangkan berkaitan dengan pekerjaan fisik tidak pernah ada temuan. Tiba-tiba sudah ada di kepolisian, kejaksaan dan pengadilan. Di mana peran inspektorat," kata Paulina.
Kepala Inspektorat Mabar Siprianus Midi, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini mengalami kekurangan tenaga auditor. Selain itu inspektorat kata dia, sedang konsen di desa-desa berkaitan dengan penggunaan dana desa.
"Kami sedang fokus kepada kegiatan fisik dari dana desa karena BPK sulit untuk di desa-desa sehingga mereka di radius kota," kata Siprianus.
Selain itu kata dia, untuk kegiatan di sejumlah OPD juga tetap menjadi perhatian.(*)