Berita Flores Timur

Satu Pekan Menghilang! Dua Remaja Pelajar Asal Adonara Berhasil Ditemukan

Keduanya meninggalkan rumah dan meresahkan keluarga. Keluarga semua menduga keduanya diculik sindikat perdagangan manusia.

Satu Pekan Menghilang!  Dua Remaja Pelajar Asal Adonara Berhasil Ditemukan
istimewa
Maria Ina Doni

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM|LARANTUKA- Setelah menghilang dan dicari keluarga selama sepekan, Maria Ina Doni (18) dan remaja lain berinisial YKO (14), dua remaja putri asal Ileboleng Adonara Flotim ditemukan Kamis (25/10/2018).

Keduanya ditemukan dalam kondisi baik setelah meninggalkan rumah mereka Kamis (18/10/2018).

Baca: Komis V DPR Setujui Anggaran Kementerian PUPR Tahun 2019 Rp 110,7 Triliun

Keduanya meninggalkan rumah dan meresahkan keluarga. Keluarga semua menduga keduanya diculik sindikat perdagangan manusia.

Namun setelah didalami keterangan keduanya saat ditemukan, keduanya mengaku atas inisiatif sendiri kabur dari rumah hendak mencari pekerjaan di Jakarta atau Kalimantan.

"Mereka tidak omong apa-apa tentang laki-laki yang kita duga menfasilitasi mereka saat tiba di Lewoleba," cerita Stanis Tarwan, sanak famili yang ikut mencari keberadaan keluarganya di Lewoleba kepada POS-KUPANG.COM Sabtu (27/10/2018).

Stanis mengatakan kedua pelajar itu sudah kembali ke kampung halaman dan diterima oleh keluarganya.

"Kemarin keduanya ditemukan di Waijarang Lembata. Mereka hendak kembali sendiri ke kampung dengan menggunakan kapal,' kata Stanis.

Direktris Yayasan Permata Bunda Berbelaskasih Larantuka Noben Dasilva mengaku kurang yakin kedua remaja itu mau ke Jakarta atau Kalimantan tanpa ada yang mengimingi keduanya.

"Keduanya selama ini di kampung dan tiba-tiba mau cari kerja di Jakarta tanpa pengantara? Ini tidak masuk akal," kata Noben Dasilva Sabtu (27/10/2018).

Noben meminta Polda NTT tetap memantau kemungkinan ada sindikat perdagangan manusia dengan iming pekerjaan yang beroperasi di Flotim dan Lembata.

"Keduanya pelajar sekolah. Perlu ditelusuri siapa yang membiayai semua perjalanan mereka ke Lewoleba ataukah orang tua memang memberi mereka uang jajan yang bisa mereka menutupi biaya itu?," tanya Noben Dasilva.

"Saya rasa lucu saja jadinya kasus yang begitu dramatis dijemput malam-malam, dibawakan makanan oleh laki-laki tiap hari, kok akhirnya kasus biasa saja?," tanya Noben Dasilva.

Noben Dasilva menyesalkan semakin banyak korban human traficking di NTT, malah cara polisi menangani kasusnya juga biasa-biasa saja.

"Saya sebagai perempuan sangat marah. Saya minta Polda NTT telusuri sindikat perdagangan manusia di Lewoleba," kata Noben Dasilva. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved