Berita Sumba Timur Terkini

Panitia Kabupaten Tetap Proses Pelantikan Kades Terpilih Laihau Sumba Timur

Tim Panitia Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) tetap memutuskan kemenangan calon Kepala Desa terpilih Laihau di Kecamatan Lewa Tidahu

Panitia Kabupaten Tetap Proses Pelantikan Kades Terpilih Laihau Sumba Timur
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumba Timur, Yakobus Yiwa 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Tim Panitia Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) tetap memutuskan kemenangan calon Kepala Desa terpilih Laihau di Kecamatan Lewa Tidahu untuk diproses dan dilantik walaupun masih dipersoalkan oleh Calon Kades nomor urut 3, Umbu Anis Waluwanja, S.Ars.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumba Timur, Yakobus Yiwa menyampaikan itu kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (25/10/2018).

Yiwa mengatakan, selama ini dalam setiap tahapan proses pemilihan kepala desa (Pilkades) di Desa Laihau tidak ada masalah dan tidak ada pengaduan.

Baca: Pemkab Sumba Barat Daya Ajukan Permohonan Izin Operasional RSUD Tambolaka

Namun sekitar tanggal 21 September 2018 atau sudah lebih dari dua pekan, kemudian baru Umbu Anis memberikan surat pengaduan kepada bupati bahwa ada persoalan.

Surat pengaduan itu juga dikirim ke DPRD sehingga pemerintah daerah melalui DPMD Sumba Timur bersama Komisi A DPRD Sumba Timur turun melakukan klarifikasi.

Baca: Ini Langkah yang Diambil BLUD SPAM Manggarai Timur Atasi Persoalan Air Bersih

"Setelah semua anggota DPRD berpendapat waktu itu, saya bacakan sudah semua peraturanya mulai dari tahapan awal sampai dengan proses pemilihan baik peraturan mulai dari Permendagri, Perda, sampai Perbup," kata Yiwa.

Yiwa menjelaskan, berdasarkan Perbup nomor 5 tahun tahun 2016 tentang petunjuk teknis pemilihan kepala desa berbunyi, apabila ada yang bermasalah dalam setiap tahapan proses Pilkades silahkan melakukan proses pengaduan 1 x 24 jam.

Namun kenyataan yang dilakukan oleh Pengadu Umbu Anis tidak melaksanakan itu. Bahkan sampai dengan saat pencoblosan Umbu Anis mengatakan ada penambahan DPT, namun kenapa Umbu Anis tetap mendatangani berita acara dan mengakui hasil tersebut. Itu berarti dia mengakui hasil tersebut dan tidak ada persoalan.

"Katanya alasan suasana sudah tidak kondusif sehingga dia mendatangani berita acara hasil pemilihan itu. Mengapa dia tanda tangan berita acara itu? Kenapa dia tidak stop saja sampai disitu. Lalu kenapa dia mengadu langsung di kita apalagi langsung ke bupati tetapi harus mengadu ke panitia dulu. Tetapi Umbu Anis langsung mengadu ke bupati dan perintah bupati untuk menyelesaikan persoalan ini," jelas Yiwa.

Yiwa Tim mengatakan, tim kabupaten juga tetap mengikuti aturan sesuai alur proses sehingga keputusan itu tetap sah dan akan tetap diproses untuk pelantikan bagi calon kepala desa yang terpilih dimana sesuai perencanaan pada tanggal 30 Oktober 2018 mendatang.

DPRD juga menganulir pengafuan dari Umbu Anis. "Karena yang pertama dia mengadu sudah melewati batas waktu, yang kedua dia tanda tangan semua berita acara berarti dia mengakui hasilnya," kata Yiwa. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved