Berita Internasional Terkini

Pelaku Pelecehan Seksual Ini Berdalih Aksinya Diizinkan Presiden Trump

Seorang pria yang ditangkap karena melakukan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan di dalam pesawat mencoba mengelak.

KOMPAS.com/Thinkstock
Ilustrasi pelaku pelecehan seksual 

POS-KUPANG.COM | ALBUQUERQUE - Seorang pria yang ditangkap karena melakukan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan di dalam pesawat mencoba mengelak.

Saat diperiksa polisi pria itu mengatakan, Presiden AS Donald Trump mengizinkan untuk memegang anggota tubuh perempuan yang paling privat.

Insiden itu terjadi pada Minggu (21/10/2018) dalam penerbangan maskapai Southwest Airlines dari Houston menuju Albuquerque di New Mexico.

Baca: TPDI NTT Dorong Bupati Sikka Tuntaskan Temuan BPK Rp 47 Miliar

Saat itu, seorang penumpang perempuan yang tengah tertidur terbangun karena payudaranya disentuh seseorang yang duduk tepat di belakangnya.

Demikian tercantum dalam pengaduan yang didaftarkan ke Pengadilan Distrik di New Mexico.

Baca: Pengumuman Seleksi Administrasi CPNS Kemenristek Dikti Ditunda, Ini Alasannya

Korban mengatakan, dia awalnya menduga pria itu tak sengaja menyentuh payudaranya. Namun, setelah insiden itu berulang 30 menit kemudian, korban langsung menghampiri pria yang kemudian diidentifikasi bernama Bruce Alexander.

Kepada pria itu, korban langsung meminta agar dia menghentikan perbuatannya lalu pindah ke kursi lain di bagian belakang pesawat.

Korban kemudian melaporkan hal itu ke kru kabin yang menyampaikannya kepada aparat keamanan di bandara Albuquerque.

Begitu pesawat mendarat di bandara Albuquerque, polisi langsung menggelandang Bruce dan menahannya.

"Di dalam mobil polisi dia mengatakan presiden Amerika Serikat mengatakan tidak masalah untuk menyentuk bagian tubuh perempuan yang paling privat," masih menurut surat pengaduan.

Dalam surat pengaduan itu usia tersangka tidak disebutkan dan hanya disebut berusia dewasa serta bekerja sebagai operator peralatan berat.

Presiden Trump memang diketahui pernah mengatakan dia bisa dengan bebas menyentuh tubuh perempuan dan tak mendapat masalah karena dirinya adalah tokoh ternama.

"Jika Anda seorang bintang, mereka akan membiarkannya. Anda bisa melakukan apapun," ujar Trump dalam sebuah rekaman audio yang tersebar tak lama sebelum pemilihan presdien 2016. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved