Berita Flores Timur Terkini

Forkom P2HP NTT Gelar Rapat Kerja dengan Stakeholders Pemerhati Perempuan di Larantuka

Forkom P2HP NTT menggelar rapat kerja dengan stakeholders pemerhati hak perempuan di Aula Setda Flotim

Forkom P2HP NTT Gelar Rapat Kerja dengan Stakeholders Pemerhati Perempuan di Larantuka
POS-KUPANG.COM/FELIKS JANGGU
Ketua PKK Provinsi NTT Julie Laiskodat memberi sambutan saat kegiatan pemberdayaan perempuan di Aula Setda Larantuka Rabu (24/10/2018). Julie Laiskodat didampingi Ketua PKK Flotim, Lusia B Gege Hadjon dan Ketua Forkom P2HP NTT Mien Pattimanggoe. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Forum Komunikasi Pemerhati dan Perjuangan Hak-hak Perempuan Nusa Tenggara Timur ( Forkom P2HP NTT) menggelar rapat kerja dengan stakeholders pemerhati hak perempuan di Aula Setda Flotim, Rabu (24/10/2018).

Rapat kerja itu dibuka oleh Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, dan dihadiri Ketua P2HP NTT, Dra. Mien Pattimanggoe.

Hadir juga Ketua PKK Provinsi NTT, Julie Laiskodat dan Ketua PKK Flores Timur, Lusia B Gege Hadjon. Para peserta rapat stakeholders organisasi perempuan.

Baca: Apolonaris Mayan Sebut Expo Uyelewun Raya Bukan Acara Biasa

Julie Laiskodat pada moment itu berbicara tentang perlunya peran perempuan NTT lebih pro aktif memberdayakan masyarakat, terutama di bidang sumber daya manusia, kesehatan dan ekonomi keluarga.

Salah satu yang disampaikannya pada kesempatan itu antara lain tentang permasalah perdagangan perempuan yang diakibatkan oleh kemiskinan.

Baca: Persaingan Ketat, Petrasia Tak Percaya Juara Pertama Debat

Pemerintah dan aktivis perempuan tidak cukup menyuarakan keadilan bagi para korban, melainkan lebih pro aktif mencarikan solusi bagi perekonomian keluarga.

PKK Provinsi NTT dan Kabupaten Kota di NTT harus bersama-sama menjalin komunikasi dan koordinasi, membangun kerja sama mencarikan solusi peningkatan perekonomia keluarga.

Salah satu yang perlu digerakan, terutama untuk mengatasi stunting atau gizi buruk yakni gerakan mengonsumsi Merungge atau daun Kelor.

Daun Kelor mengandung gizi yang jauh lebih tinggi dari jenis sayur apa pun. Dan yang paling membanggakan karena Kelor dari NTT yang kedua terbaik di dunia setelah Spanyol.

Karena itu Julie meminta para ibu rumah tangga memenuhi gizi keluarga dengan mengonsumsi daun kelor.

Daun Kelor di masa depan, bukan saja dapat memenuhi kebutuhan keluarga, tapi juga bisa meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga dengan pengolahan yang baik, kemasan dan pemasaran. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved