Dua Remaja di Atambua Terkena Peluru Saat Pesta

Dua remaja asal Lalowa, Kelurahan Lidak, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu, terkena peluru nyasar ketika oknum polisi,

Dua Remaja di Atambua Terkena Peluru Saat Pesta
ISTIMEWA
ilustrasi 

POS KUPANG.COM, ATAMBUA -- Dua remaja asal Lalowa, Kelurahan Lidak, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu, terkena peluru nyasar ketika oknum polisi, OT, melakukan tembakan peringatan di tempat pesta, Sabtu (20/10/2018) dini hari.

Kedua korban adalah Ikun Mau (23) dan Juventus Bere (16). Keduanya mengalami luka di paha dan kaki dan dirawat di RSUD Atambua.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang, menyebutkan, sekitar pukul 04.00 dini hari terjadi keributan di tempat pesta di Lolowa, RT 09/RW 01. Keributan terjadi diduga karena kesalahpahaman antara sesama undangan, termasuk dengan oknum polisi. Oknum polisi dan beberapa undangan lainnya diduga mengonsumsi alkohol berlebihan sehingga persoalan kesalahpahaman itu berbuntut panjang dan saling lempar menggunakan batu. Saat kondisi kacau, sejumlah undangan lari tak beraturan.

Saat itu, oknum polisi yang bertugas di Bagian Unit Narkoba Polres Belu itu berusaha meredam dengan mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak tiga kali. Naasnya tembakan itu
menyasar ke warga. Korban Ikun Mau terkena peluru di kaki kiri dan korban Juventus Bere di paha kanan. Diduga tembakan peringatan itu mengarah ke tanah sehingga peluru memantul ke arah kedua korban. Kedua korban sempat berteriak meminta tolong karena mengalami luka. Kedua korban langsung dibawa ke RSUD Atambua untuk dirawat.

Direktur RSUD Atambua, drg. Ansila Eka Muti,
mengatakan, pasien yang diduga terkena tembak itu sudah dioperasi dan kondisinya sudah normal. Mereka mendapat perawatan intensif di ruang VIP dan sejauh ini tidak ada kendala. Setelah pulih pasien sudah bisa dipulangkan. Dua orang pasien tersebut masuk Sabtu (20/10/2018) sekitar pukul 04.00 dini hari.

Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing, Minggu (21/10/2018), mengatakan, setelah mengumpulkan informasi dari sejumlah saksi menyebutkan, anggotanya melakukan tembakan peringatan untuk meredam keributan yang tidak terkendali di tempat pesta.

Oknum polisi itu tidak membawa senjata saat ke tempat pesta. Senjata diamankan di rumahnya. Anggota polisi justru diminta bantuan oleh tuan pesta untuk membantu mengamankan keributan sehingga oknum polisi pergi mengambil senjata di rumahnya lalu kembali ke tempat pesta untuk mengamankan situasi.

Menurut Tobing, oknum anggota polisi itu berusaha menenangkan undangan yang melakukan keributan dan aksi saling lempar. Posisi lokasi kejadian persis di kemiringan sehingga saat oknum polisi melepaskan tembakan peringatan terjadi rekoset (memantul) kembali peluru ke arah korban.

"Lokasi kejadian agak miring. Polisi dari arah bawa menembak ke arah atas. Mungkin peluru mengenai tanah lalu rekoset kembali dan mengenai korban," kata Tobing.

Kapolres Tobing mengatakan, oknum anggota polisi itu sudah diamankan di Mapolres Belu dan akan diproses secara hukum.

Kapolres Tobing sudah menemui para korban di RSUD Atambua dan semua biaya perawatan para korban di rumah sakit ditanggung seluruhnya oleh Polres Belu. Kapolres juga sudah menemui keluarga korban di kediamannya masing-masing untuk memberi ketenangan atas peristiwa itu.

Sesuai pengakuan keluarga korban, lanjut Kapolres Tobing, oknum anggota polisi itu tinggal satu wilayah dengan korban. Masyarakat di Lolowa sangat mengenal baik sikap dan tingka lakunya di tengah masyarakat. Anggota polisi itu biasa membantu masyarakat. (jen)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Alfred Dama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved